Ketakutan Lihat Harimau, 6 Petani Terkurung di Pondok Semalaman

Mereka selama satu malam hanya dapat berdiam pondok, setelah satu diantara mereka melihat langsung raja hutan melintas di areal kebun.

Editor: Soegeng Haryadi
Repro/Video/Sripo.com
Cerita Mencekam 6 Warga Pagaralam Terkurung 18 Jam di Pondok, Disatroni Harimau & Dievakuasi Polisi 

PAGARALAM, SRIPO -- Enam orang petani sempat terkurung di pondok kebun setelah satu orang diantaranya melihat harimau melintas di area kebun. Mereka bertahan semalaman dalam pondok karena tak berani keluar.

Keenam petani tersebut Nupis (42), Diliadi (50), Pingki (21), Jumadi (45), Neus (42), serta Jimi (40). Namun akhirnya mereka berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari Polisi, TNI serta BKSDA.

Mereka selama satu malam hanya dapat berdiam pondok, setelah satu diantara mereka melihat langsung raja hutan melintas di areal kebun yang tengah digarap. Harimau sebesar anak sapi itu berjalan melintas kebun warga yang berjarak empat kilometer dari hutan lindung.

"Saya melihat sendiri harimau itu melintas. Saat itu saya sedang duduk di depan pondok. Saya langsung masuk bersama beberapa teman lain," ujar Nupis seperti dituturkan kepada Tribunsumsel.com

Disaat itu dua anjing yang turut dibawa ke kebun tak sama sekali menyalak keduanya hanya diam terpaku. Padahal biasanya kedua anjing cukup aktif jika ada hewan atau orang asing melintas.

Sementara Nupis dan lima orang rekannya langsung masuk ke pondok dan menutup pintu rapat-rapat. Pada malam harinya, dari sela sela pondok, Ia mengaku beberapa kali melihat samar samar kehadiran harimau di sekitar pondok.

Namun gelapnya malam, membuatnya tidak mengetahui persis jumlahnya. "Sore jelas sekali saya lihat, kepalanya itu sebesar tanki semprotan racun ini. Malam harinya, kami hanya melihat samar samar dari dalam pondok, harimau itu masih berkeliaran," katanya sembari menunjuk sebuah alat penyemprot racun.

Ia mengaku telah cukup lama menggarap kebun dan bermalam di pondok. Namun selama ini belum pernah melihat harimau melintas.

Kini Nupis mengaku akan pulang ke rumah pasca kejadian yang menimpanya itu. Ia akan balik ke kebunnya jika situasi telah kembali aman.

Sebelumnya sejumlah petani di kawasan pertanian eks transaat Desa Meringang Kecamatan Dempo Selatan dievakuasi dari kebun setelah ada laporan harimau berkeliaran di lahan pertanian warga. Polres Pagaralam melalui Polsek Dempo Selatan, anggota TNI dan BKSDA mengerahkan personelnya untuk melakukan evakuasi.

Berdasarkan informasi yang diterima Sripo, Sabtu (7/12), polisi menerima laporan warga ada harimau yang berkeliaran di lokasi eks transat tersebut. Bahkan ada laporan petani yang menyebutkan melihat tujuh harimau sekaligus yang berkeliaran.

Sarjono, seorang petani segera meninggalkan kebun miliknya saat mendengar adanya penampakan harimau tersebut. "Saya memang sudah mendapat kabarnya sejak Senin lalu. Daripada terjadi apa-apa saya lebih memilih turun ke desa dan meninggalkan sementara kebun sampai dinyatakan aman," ujarnya saat ditemui dilokasi evakuasi Desa Meringang.

Saat ini anggota Polsek Dempo Selatan dan TNI sudah menjemput para petani yang ada dilokasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya serangan atau konflik antara harimau dan manusia seperti yang terjadi dikawasan hutan Desa Tebat Benawa lalu.

Kapolsek Dempo Selatan, Iptu Zaldi mengatakan, setelah menerima laporan warga pihaknya langsung melakukan evakuasi petani yang ada dikawasan perkebunan tersebut.

"Berdasarkan laporan petani mereka melihat langsung keberadaan harimau tersebut. Katanya ada tiga harimau yang mereka lihat. Untuk itu kita langsung melakukan evakuasi agar tidak terjadi apa-apa," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved