Garuda Muda Wajib Menang Telak

Indonesia saat ini bertengger di urutan ketiga klasemen sementara grup B dengan nilai enam (+3), cuma kalah selisih gol dari Thailand (+8).

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Timnas U22 Indonesia Tergusur Thailand, Berikut Klasemen GRUP B Cabor Sepakbola SEA Games 2019 

Memanfaatkan peluang sekecil apapun menjadi gol dan tidak kebobolan. Itulah yang bakal dilakukan timnas Indonesia U-23 saat meladeni Brunei Darussalam, Selasa (3/12) malam. Skuat “Garuda Muda” membutuhkan gol sebanyak mungkin untuk menjaga asa ke babak semifinal sepak bola SEA Games 2019.

Indonesia saat ini bertengger di urutan ketiga klasemen sementara grup B dengan nilai enam (+3), cuma kalah selisih gol dari Thailand (+8). Sedangkan posisi puncak dikuasai Vietnam, yang menekuk Garuda Muda dengan skor 2-1, akhir pekan kemarin.

Kekalahan dari Vietnam itu tak otomatis mengubur peluang Indonesia ke babak empat besar. Tapi, Indonesia wajib menang dengan selisih gol yang besar pada dua laga pamungkas. Hari ini melawan Brunei, Kamis (5/12) bertemu Laos.

Pasalnya, sistem grup penyisihan sepak bola SEA Games menganut selisih gol sebagai penentu bila jumlah poin suatu negara sama. Di akhir fase grup, Indonesia, Vietnam, serta Thailand, berpeluang mengumpulkan nilai yang sama.

“Evaluasi usai bertemu Vietnam tentu kami lakukan. Analisis-analisis sudah dimunculkan. Apa yang jadi masalah akan diperbaiki. Dan evaluasi itu pula yang menentukan cara kami menghadapi dua pertandingan ke depan,” ujar Indra kepada Tribun Network, Senin (2/12).

Meski demikian, Indra yang memberi timnas gelar juara Piala AFF U-19 (2013) dan Piala AFF U-22 (2019), menyatakan yang terpenting adalah tim bisa tampil seimbang.

Ia tak ingin Osvaldo Haay dan kawan-kawan cuma fokus menyerang tapi meninggalkan lubang yang bisa dimanfaatkan para pemain Brunei pada laga yang bakal dihelat di Stadion Sepak Bola Binan.

“Meski Brunei belum mencetak gol pada tiga pertandingan di sini (SEA Games), bukan berarti kami boleh memandang mereka sebelah mata. Dalam sepak bola segalanya bisa terjadi,” ucap Indra.

“Yang terpenting, kami percaya diri, insyaAllah kami bisa (menang). Mohon doanya,” sambung pelatih berusia 56 tahun itu.

Melawan Brunei, Indra kemungkinan besar kembali memasang duet Evan Dimas-Syahrian Abimanyu di sektor tengah dalam skema 4-1-4-1. Sisi sayap akan ditempati Egy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani. Keduanya menjadi pelayan Osvaldo, pemain yang sudah menyumbang dua gol untuk Garuda Muda.

Alternatif lainnya adalah Indra menggeser Saddil sebagai bek sayap kiri dan memasang Feby Eka Putra di sayap. Susunan ini untuk menambah daya gedor Indonesia.

“Semua pemain dalam kondisi bagus dan siap main. Yang masih dimonitor adalah Muhammad Rafli dan Firza Andika,” ujar dokter Indonesia, Syarif Alwi.

Keduanya mengalami cedera engkel. Syarif menyebut mereka terus menjalani pemulihan. Perkembangan Firza dan Rafli dimonitor dari hari ke hari. Mereka harus beristirahat, dikompres, dan difisioterpi.

Sementara itu, pelatih Brunei Aminuddin Jumat menyatakan tetap menginstruksikan pemainnya untuk bermain normal meski kerap menelan kekalahan telak.

Saat meladeni Vietnam 25 November lalu, mereka keok dengan skor 0-6. Tiga hari berselang, Adi Said dan kolega dihantam Thailand. Kemudian sewaktu bersua Laos, Minggu (1/12), Brunei menyerah 0-3. Total mereka sudah kebobolan 16 kali tanpa pernah menjebol gawang lawan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved