Harimau Berkeliaran di Pagaralam
7 Kasus Teror Harimau di Pagaralam:Terkam Warga dan Wisatawan, Curi Ternak Berkeliaran di Jalan Desa
7 Kasus Teror Harimau di Pagaralam:Terkam Warga, Wisatawan,Curi Ternak dan Berkeliaran di Jalan Desa
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Hendra Kusuma
18 November, Harimau Makan Ternak Warga
Pada tanggal 18 November, diduga kawanan dari Harimau Sumatera yang menewaskan Kuswanto (48) warga Desa Pulau Panas, kecamatan Tanjung Sakti, di Kabupaten Lahat,
Senin (18/11/2019) sekira pukul 20.00 WIB, satwa buas yang dilindungi tersebut terus mendekat dan meneror warga.
Bahkan, seekor kambing ditemukan mati diduga akibat diterkam.
Hal tersebut seperti dikatakan Camat Tanjung Sakti Pumi, Lahat, Awang Firmansyah. Dikatakan Awang, ia mendapat informasi ada seekor kambing milik Marlian, mati. Diduga matinya kambing tersebut akibat diterkam harimau.
"Ya informasi tadi malam jam 20.00 wib,di dusun II,laporan warga harimau masuk kandang kambing milik Marlian,"terangnya.
Kejadian tersebut juga dibenarkan Kepala BKSDA II Lahat, Martialis. Menurutnya, ada bekas gigitan pada kambing milik warga dan diduga kuat itu bekas gigitan harimau.
Diterangkan Martialis, keberadaan harimau di pemukiman warga sangat dimungkinkan lantaran jarak pemukiman dengan wilayah hutan lindung hanya berjarak 600 meter.
21 November, Polda Keluarkan Surat Larangan Berkemah
Akibat memanakan dua korban dan mencuri heman ternak, Polda Sumsel mengeluarkan surat imbauan agar Pemkab Pagaralam mengeluar surat perintah larangan berkemah di areal Gunung Dempo.
Surat dengan Nomor : B/41/X1/TIK.1.5./2019 tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Pagaralam. Dalam surat tersebut Kapolda memerintahkan Pemkot Pagaralam untuk melarang aktivitas menginap/berkemah diseputran tempat wisata Tugu Rimau sampai situasi dalam keadaan aman.
Dikarenakan adanya Harimau yang berkeliaran disekitar Tugu Rimau. Sehingga membahayakan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke tempat Wisata Tugu Rimau tersebut.
Mendapat surat ini, pihak Pemkot Pagaralam langsung merespon dengan memantau langsung pihak BKSDA Lahat untuk memantau kondisi terkini kawasan Tugu Rimau apakah masih ada Harimau yang berkeliaran di kawasan tersebut.
"Kita sudah meminta bantuan pihak BKSDA Lahat untuk memantau langsung lokasi Tugu Rimau. Kita meminta mereka menyisir kawasan Tugu Rimau untuk mengetahui apakah masij ada jejak dan Harimau tersebut," ujar Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni.
Untuk sementara Pemkot Pagaralam mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk berhati-hati saat melintas atau berkunjung dikawasan Gunung Dempo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/7-kasus-teror-harimau-di-pagaralamterkam-warga-dan-wisatawan-curi-ternak-berkeliaran-di-jalan-desa.jpg)