Rafli dan Firza Cedera Kaki, Terancam Absen Lawan Vietnam
Firza, pemain kelahiran Medan 20 tahun yang lalu, harus menepi saat Garuda Muda—julukan Indonesia U-23—memukul Singapura 2-0
Bek sayap kiri dan striker timnas Indonesia U-23, Firza Andika serta Muhammad Rafli berpotensi absen pada laga melawan Vietnam, Minggu (1/12) besok. Keduanya mengalami cedera di bagian pergelangan kaki kiri. Kondisi mereka terus dimonitor.
Firza, pemain kelahiran Medan 20 tahun yang lalu, harus menepi saat Garuda Muda—julukan Indonesia U-23—memukul Singapura 2-0 dalam lanjutan babak penyisihan Grup B cabang olahraga sepak bola SEA Games 2019, Kamis malam lalu.
Perannya di babak kedua digantikan Dodi Alekvan Dijin. Sedangkan Rafli, atlet asal Malang, Jawa Timur, sudah ditarik pelatih Indonesia U-23, Indra Sjafri pada menit ke-30 di pertandingan yang sama.
Rafli, jebolan Aji Santoso International Football Academy atau Asifa, harus melapangkan jalan untuk “deputinya”, Osvaldo Haay. Osvaldo lantas tampil sebagai bintang lapangan. Ia menyumbang satu gol dan satu assist buat Garuda Muda.
Hasil tersebut membuat Indonesia bercokol di urutan kedua dengan nilai enam (+4), cuma kalah selisih gol dari Vietnam (+11), pemuncak klasemen sementara grup B.
Artinya, duel kontra Vietnam di Stadion Rizal Memorial, Kota Manila, Filipina, hari Minggu besok kemungkinan besar menentukan siapa yang lolos ke semifinal sepak bola SEA Games 2019 sebagai juara grup.
Bila imbang atau bahkan menang, Garuda Muda akan di atas angin mengingat dua laga pamungkas mereka cuma bertemu Brunei Darussalam dan Laos. Sedangkan Vietnam, yang pada SEA Games 2017 tak lolos dari fase grup, masih bertemu Singapura dan Thailand.
Meski demikian, pelatih Indonesia Indra Sjafri terancam kehilangan keleluasaan dalam memilih pemain lantaran kondisi Firza dan Rafli.
“Keduanya Firza dan Rafli, kena sprain engkel kiri,” ujar dokter timnas Indonesia, Syarif Alwi kepada Tribun Network, Jumat (29/11) siang.
Biasanya, pemain yang mengalami cedera tersebut butuh waktu selama dua minggu untuk kembali berlatih. Tapi Syarif enggan mengambil kesimpulan. Ia akan memonitor kondisi Firza dan Rafli dari hari ke hari. Mereka harus beristirahat, dikompres, dan difisioterpi.
“Yang perlu diingat, proses penyembuhan cedera itu terkadang dipengaruhi banyak faktor termasuk soal keyakinan dan imunitas. Mudah-mudahan (pemulihan) berjalan lancar dan bisa (tampil lagi di SEA Games),” ucap dokter yang memiliki klinik bernama dirinya di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
“Tugas saya adalah membuat pemain siap tampil, pelatih juga sudah tanya kapan mereka bisa latihan lagi. Saya akan berusaha sebaik mungkin,” sambung mantan atlet tinju dan balap sepeda ini.
Tugas Syarif terbantu dengan agenda Garuda Muda. Ia punya waktu dua hari untuk mengembalikan kebugaran tim. Sebelumnya, tim cuma beristirahat sehari sebelum tampil dalam sebuah pertandingan.
“Pola makan dan tidur pemain akan kami awasi agar mereka benar-benar fit ketika bertanding,” ucap pelatih balap sepeda Kontingen Kalimantan Timur untuk PON 1985 tersebut.
Pemulihan di kolam renang
Sebagai bagian dari pemulihan kondisi pemain, Indra menggelar latihan di dua tempat. Sebagian pemain yang kemarin duduk di bangku cadangan berlatih di taman depan hotel penginapan tim. Sedangkan para pemain inti berlatih ringan di kolam renang hotel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/head-to-head-ina-vs-viet.jpg)