Berita OKI

Oknum Guru SD Diduga Cabul Memilih Menghilang, Polres OKI Dalami Laporan Para Korban

Hingga saat ini terlapor As (56) memilih menghilang dan tak jelas keberadaannya pascalaporan yang disampaikan oleh sejumlah murid.

Oknum Guru SD Diduga Cabul Memilih Menghilang, Polres OKI Dalami Laporan Para Korban
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi pencabulan terhadap bocah 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru di salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Mesuji Makmur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih terus bergulir.

Hingga saat ini terlapor As (56) oknum guru SD itu memilih menghilang dan tak jelas keberadaannya pascalaporan yang disampaikan oleh sejumlah murid yang didampingi oleh orang tuanya ke Polres OKI beberapa waktu lalu.

Bahkan, hingga saat ini petugas Satreskrim Polres OKI masih berada di lapangan guna menggali informasi terkait dengan keberadaan terlapor dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi-saksi.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra SH Sik MM didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Prahadinika SH Sik saat dikonfirmasi selasa (6/11) mengatakan, hingga saat ini terlapor belum berhasil dimintai keterangan terkait dengan laporan yang diterima Polres OKI.

Meski demikian, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi-saksi yang terdiri dari sebelas orang siswi, dua orang siswa dan kepsek dan seorang guru.

"Kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, dan saat ini anggota kita masih di lapangan," katanya.

Menurut Kasat Reskrim, berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, kasus ini mencuat setelah dilaporkan ke pihak kepolisian dan sempat dibicarakan di tingkat desa, namun tidak ada solusinya.

Simpatisan Saling Serang di Medsos, Bupati Sebut Suhu Politik di Muratara Masih Dingin

Sosok Pria yang Menghamili PRT di Rumah Mantan Wagub Terungkap, Menghilang Mengetahui Sutina Hamil!

Pengakuan Pembantu Rumah Tangga Buang Bayinya ke Mesin Cuci, Sutina: Saya Kesal Kekasih tidak Ngakui

Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, aksi tidak senonoh yang diduga dilakukan oleh oknum guru tersebut sudah berlangsung sejak setahun lalu, dimana para siswi yang diduga menjadi korban ini diperlakukan sejak duduk dibangku kelas V SD hingga naik ke kelas VI.

"Namun saat ini kita juga masih mendalami apakah masih ada korban lain," katanya.

Kasat menambahkan, terlapor diangkat sebagai ASN pada tahun 1989 dan menjadi guru sejak tahun 1992, kemudian terlapor diangkat sebagai guru kelas di sekolah tersebut sejak tahun 2018 lalu.

"Jadi terlapor ini guru wali kelas dan mengajar berbagai mata pelajaran," tukasnya.

Lebih lanjut pihaknya mengimbau kepada terlapor untuk dapat menyerahkan diri kepihak kepolisian sebelum nanti ditangkap oleh petugas.

"Kita sudah imbau namun terlapor belum menyerahkan diri," tukasnya.

Sementara itu berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, prilaku menyimpang oknum guru tersebut diduga sudah sejak lama, bahkan informasinya ada salah seorang siswi yang saat ini sudah menikah pernah menjadi korban kelakuan terlapor.

Laporan wartawan tribun sumsel.com/Nando Zein

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved