Berita Muratara

Simpatisan Saling Serang di Medsos, Bupati Sebut Suhu Politik di Muratara Masih Dingin

Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Syarif Hidayat menyebut suhu politik jelang Pilkada 2020 di Kabupaten Muratara masih dingin.

Simpatisan Saling Serang di Medsos, Bupati Sebut Suhu Politik di Muratara Masih Dingin
TRIBUN SUMSEL.COM/RAHMAT AIZULLAH
Bupati Muratara, Syarif Hidayat 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Syarif Hidayat menyebut suhu politik jelang Pilkada 2020 di Kabupaten Muratara masih dingin.

Meskipun saat ini para simpatisan atau pendukung tokoh-tokoh bakal calon bupati dan wakil bupati Muratara sudah saling serang di media sosial (medsos).

"Suhu politik masih dingin-dingin saja sekarang, Muratara baik-baik saja," kata Bupati Syarif Hidayat diwawancarai awak media, Selasa (5/11/2019).

Ia mengimbau masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang, namun belum jelas apa yang sebenarnya terjadi.

"Jangan mudah terprovokasi, setiap ada isu jangan dikonsumsi secara langsung, telaah dulu, kita semua sudah dewasa dalam berpolitik," katanya.

Menurut Syarif, masyarakat Kabupaten Muratara banyak yang hebat dan menjadi 'orang besar', termasuk putra-putri kelahiran Muratara yang saat ini berkiprah di luar daerah.

Sosok Pria yang Menghamili PRT di Rumah Mantan Wagub Terungkap, Menghilang Mengetahui Sutina Hamil!

Hendak Buka Kebun, Dedi Tewas Tertimpa Pohon yang Ia Tebang

Pengakuan Pembantu Rumah Tangga Buang Bayinya ke Mesin Cuci, Sutina: Saya Kesal Kekasih tidak Ngakui

"Muratara ini hebat-hebat, banyak orang-orang pintar, apalagi yang di luar daerah, ada yang jadi profesor, di kepolisian juga ada yang sudah berpangkat tinggi," ujar dia.

Apabila sering terjadi keributan di Kabupaten Muratara kata Bupati Syarif, maka putra-putri asal Muratara yang berkiprah di luar daerah tersebut akan ikut merasa malu.

"Saudara kita yang sudah menjadi pejabat tinggi di luar sana itu malu, mereka pasti malu, asal dari mana, Muratara, daerah yang sering ribut itu ya, nah malu," kata Syarif.

Ia menambahkan, Kabupaten Muratara saat ini sudah aman dan tidak rawan kejahatan lagi seperti dahulu sebelum pemekaran menjadi kabupaten sendiri.

"Daerah kita ini sudah aman, dulu kita ini rawan, sekarang tidak lagi. Nanti Polres dibangun, kemudian pembangunan infrastruktur juga semakin merata," tegasnya. (cr14)

Laporan wartawan tribun sumsel.com/Rahmat Aizullah

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved