Wawancara Eksklusif Avriellia Shaqqila

Rata-rata Semua Model Bisa, Asal Cocok Harga

Jika Vanessa pernah merasakan dinginnya hidup di balik jeruji besi, maka Avriellia lolos dari bui.

Rata-rata Semua Model Bisa, Asal Cocok Harga
Shutterstock
Ilustrasi 

Kasus prostitusi daring yang melibatkan publik figur semakin sering terungkap. Yang teranyar adalah penangkapan finalis Putri Pariwisata 2016, PA, di kawasan Batu, Jawa Timur, akhir Oktober lalu. Meski akhirnya hanya ditetapkan sebagai saksi, namun penangkapan PA ini menambah daftar pesohor dunia hiburan yang terjerat kasus prostitusi daring. Sebelumnya pada Mei 2015, muncikari prostitusi daring, Robbi Abbas (RA) alias Obbie ditangkap polisi di sebuah hotel di Jakarta Selatan. Saat itu selain RA, polisi juga menangkap Amel Alvi (AA) yang bekerja sebagai disc jockey. AA disebutkan memiliki tarif Rp 200 juta.

Pada sidang pemeriksaan saksi tanggal 26 September 2015 silam, RA juga menyeret dua artis ibu kota, yakni Tyas Mirasih Endah dan Sinta Bachir. Nama Tyas Mirasih dan Sinta Bachir juga disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik AA, salah satu ’anak didik’ RA dalam prostitusi daring.

Masih di tahun yang sama, polisi juga menangkap dua artis, yakni Nikita Mirzani dan Puty Revita. Keduanya menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Polri pada 10 Desember 2015 silam sebagai korban dalam kasus prostitusi daring. Kemudian pada Januari 2019, Polda Jawa Timur menangkap artis Vanessa Angel. Saat itu, Vanessa ditangkap bersama seorang model bersama Avriellia Shaqqila.

Dibandingkan Vanessa, nasib Avriellia lebih beruntung. Jika Vanessa pernah merasakan dinginnya hidup di balik jeruji besi, maka Avriellia lolos dari bui. Ia dibebaskan polisi karena hanya menjadi korban dari prostitusi daring dan perdagangan orang. “Setelah bebas, saya merasa beruntung,” kata Avriellia.

Meski namanya sempat tercemar karena kasus tersebut, perempuan yang akrab disapa Avriel itu bersyukur ia masih diberi jalan bekerja di dunia modeling. “Sekarang mulai ikut casting film. Kalau foto, sudah mengurangi pose vulgar,” katanya. “Sepuluh bulan setelah kejadian itu saya banyak menerima job dan rezeki mengalir lagi,” ucap Avriel yang mengaku bisa membeli mobil dari jerih-payahnya bekerja di dunia modeling.

Kamis (31/10) pekan lalu, Avriel bersedia ditemui oleh wartawan Tribun Network di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat. Dalam perbincangan eksklusif itu, Avriel blak-blakan bicara seputar dunia modeling yang disebutnya sangat berkaitan dengan prostitusi. Bahkan menurutnya, tak sedikit nama beken yang ia kenal terlibat dalam prostitusi daring. Berikut petikan wawancara wartawan Tribun Network, Bayu Indra Permana, dengan Avriellia Shaqqila:

Akhir bulan lalu (Oktober), model berinisial PA ditangkap polisi karena diduga terlibat prostitusi daring. Dulu Anda juga pernah ditangkap karena kasus serupa. Sebenarnya, sedekat apa sih dunia model itu dekat dengan prostitusi?

Hemm... Kita bahas dari awal ya, laki-laki yang suka banget sama wanita atau model seksi. Mungkin rata-rata cewek kalau model, mereka itu memang suka berpakaian seksi, clubbing (dugem), dan duit. Dengan diiringi cowok mata keranjang yang suka sama nih cewek model, pasti ngincer.
Cewek yang model ini enggak mau. Tapi ya balik lagi, cowok yang sudah kepengin siapa yang enggak berani bayar mahal dan bilang, ‘berapa sih harga lo? Yang penting lu tidur sama gua’.
Namanya wanita suka dengan seksi, clubbing, dan uang. Pekerjaan yang gampang apa? Seperti itu (prostitusi/jual diri). Nah, ketika cewek akhirnya mau, mereka buka harga sama cowok, dan langsung dibayarin. Ini bicara on the spot.
Terkadang mucikari ini ada yang menjadi profesi dan ada juga yang dadakan. Jadi kayak saya duduk sama teman, kemudian ada cowok yang nyamperin. Temen saya yang urus kan bisa jadi disebut mucikari. Teman saya sudah sebut harga, jadi terjalinlah prostitusi. Siapa saja bisa jadi mucikari.

Jadi secara tidak langsung profesi modeling memang dekat dengan prostitusi?
Pastinya, karena yang tadi aku bilang, lelaki butuh wanita kalau punya banyak duit. Pasti wanita yang suka clubbing dan butuh duit ya mau (jual diri).

Teman-teman modeling lainnya sempat bercerita kenapa mereka mau masuk ke lingkup prostitusi online?
Mungkin ada kehidupan, tanggungan keluarga atau ekonomi, pergaulan, atau mungkin yang senang berganti pasangan ada juga.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved