Inta Tak Mau Operasi Mata

Tewasnya mahasiswi Universitas PGRI Palembang yakni Inta Ferin diduga karena mengidap penyakit silinder mata bahkan enggan dioperasi.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Inta Ferin 

PALEMBANG, SRIPO -- Tewasnya mahasiswi Universitas PGRI Palembang yakni Inta Ferin diduga karena mengidap penyakit silinder mata bahkan enggan dioperasi.

Saat menjumpai Gatot Marzuki di RS Bhayangkara yang tak lain adalah ayah kandungnya, Gatot mengatakan putrinya itu mengidap penyakit silinder mata.

"Kami sudah periksa ke RS Sriwijaya Eye Center. Kata dokter Inta mengalami iritasi di matanya," ujar Marzuki.

Sementara itu, uang Rp 10 juta yang disinggung korban dalam surat wasiatnya merupakan biaya untuk berobat Inta.

Teman satu kelas korban bahwa almarhum Inta pernah bercerita tentang penyakit yang dideritanya.

"Waktu itu Inta pernah cerita kalau dirinya punya penyakit silinder mata, katanya mau dioperasi tapi dia tidak mau, dia juga tidak pede katanya pakai kacamata," jelasnya, Jumat (1/11/2019).

Sejak mengetahui hasil otopsi di RS Bhayangkara, mayat yang mengapung di sungai musi tepatnya di kawasan Pelabuhan Boom Baru adalah Inta Ferin yang selama ini hilang, teman kuliahnya menggelar tahlil sekaligus mengirim doa untuk almarhumah, Jumat (1/11/2019).

"Kami sengaja kumpul di mushola buat kirim doa dan gelar tahlil untuk teman satu kelas kami Inta," terang salah satu temannya.

Sebelumnya, Inta (sapaan akrabnya) hilang sejak tanggal 30 Oktober lalu, kemudian dilaporkan orang tuanya ke SPKT Polresta Palembang tanggal 31 Oktober 2019.

Setelah dinyatakan hilang, seorang mayat perempuan ditemukan mengapung di kawasan pelabuhan Boom Baru sejak tadi pagi, Jumat (1/11). Kemudian dibawa ke RS Bhayangkara guna melakukan otopsi, sampai akhirnya pihak rumah sakit menyatakan bahwa mayat tersebut ialah Inta Ferin.

Inta sendiri, saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas PGRI Palembang, jurusan FKIP PGSD serta masih duduk di semester 5.

Inta juga merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang semuanya perempuan.

Inta merupakan warga yang berasal dari Jalur 14, Desa Rejosari Rt 03 Rw 01 Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin. Dalam menempuh pendidikannya, di Palembang ia tinggal mengontrak (kost).

Sebelum ditemukan tewas mengapung di aliran sungai Musi, salah seorang rekan Inta Ferin menemukan sendal dan tas milik korban.

Barang tersebut ditemukan tergeletak di salah satu sudut jembatan Musi IV.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved