Wagub Sumsel Mawardi Yahya: Pemprov Sumsel Support Penuh Apa yang Dibutuhkan Satgas Karhutla

Wagub Sumsel Mawardi Yahya: Pemprov Sumsel Support Penuh Apa yang Dibutuhkan Satgas Karhutla

Wagub Sumsel Mawardi Yahya: Pemprov Sumsel Support Penuh Apa yang Dibutuhkan Satgas Karhutla
Humas Pemrov Sumsel
Atasi Karhutla di OKI , 500 Personil Gabungan Diterjunkan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kondisi asap yang masih tebal menyelimuti Palembang, membuat Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri memutuskan menambah 854 personel untuk melakukan pemadaman di wilayah OKI.

Karena, dari pantauan yang dilakukan setidaknya sebanyak 1.279 titik hotspot di wilayah Sumsel dan paling banyak terdapat di wilayah OKI sebanyak 864 titik hotspot.

Maka dari itulah, 854 personel kembali dikerahkan untuk membantu pemadaman yang ada di wilayah OKI hingga 10 November mendatang.

Karena, setelah dilakukan rapat koordinasi mundurnya musim penghujan hingga November, diputuskan untuk memperpanjang darurat Karhutla hingga 10 November mendatang.

Namun, kendala yang dihadapi yakni dana untuk pemadaman karhutla yang belum turun. Sehingga, dicarilah dana talangan agar pelaksanaan pemadaman bisa dilakukan.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan mengaku sudah menginstruksikan kepada seluruh komandan satuan jajaran untuk mengerahkan seluruh anggota dalam menangani karhutla yang semakin menjadi sehingga menimbulkan asap pekat di Palembang.

“Melihat kondisi saat ini dimana kebakaran hutan semakin meluas, maka kita memandang perlu untuk menambah kekuatan dalam rangka mempercepat proses pemadaman”, kata Pangdam II, Jumat (25/10).

Dikatakan Pangdam, dari data yang ada memang belum berhasil mengurangi titik api malah saat ini semakin bertambah. Sehingga, diperintahkan untuk memaksimalkan penanganan kebakaran di wilayah karhutla.

Dari itulah, sebanyak 300 personel TNI, 500 personel Polri dan 50 Personel Pol PP dan 4 Komandan dikerahkan untuk bergabung ke Satgasgab Darat Karhutla Sumsel di wilayah OKI.

“Kami berupaya meningkatkan operasi darat untuk mengatasi karhutla. Mengoptimalkan helikopter water bombing untuk melakukan operasi udara, terutama pada lokasi kebakaran yang sulit dijangkau dan puluhan mesin pompa dan jet sutter juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman di lokasi area yang terbakar," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved