Berita PALI

Para Guru SMPN 4 Abab Kabupaten PALI Resah, Gaji Mereka Dipotong Jika tidak Masuk Kerja

Para guru di SMPN 4 Abab Kabupaten PALI atau Penukal Abab Lematang Ilir, resah lantaran gaji mereka dipotong kalau tidak masuk kerja.

Para Guru SMPN 4 Abab Kabupaten PALI Resah, Gaji Mereka Dipotong Jika tidak Masuk Kerja
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Para Guru SMPN 4 Abab Kabupaten PALI Foto Bareng 

vSRIPOKU.COM, PALI -- Para guru SMPN 4 Abab tepatnya di Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resah lantaran gaji mereka dipotong.

Para guru SMPN 4 Abab ini mengaku tunjangan mereka dipotong jika tidak masuk mengajar, baik tanpa keterangan, izin maupun sakit.

"Kami dibayar per jam Rp 20 ribu. Jika tidak masuk mengajar satu jam kami di potong Rp 5 ribu. Gaji sudah kecil ditambah dipotong seperti ini kami bisa-bisa tidak gajian," ungkap salah seorang guru SMPN 4 Abab yang enggan disebutkan namanya.

Menurut dia, kebijakan ini diambil secara sepihak dari pimpinan dalam hal ini kepala sekolah.

Dimana, kata dia, kejadian pemotongan tunjangan para guru ini telah terjadi sejak tiga bulan terakhir.

"Gaji kami dipotong ini berlaku baik PNS maupun non PNS," jelasnya.

Sementara, guru lainnya juga engggan menyebutkan namanya ini mengaku, jika sebenarnya pemotongan gaji tersebut untuk guru yang tidak masuk tanpa keterangan serta izin. Namun tidak berlaku untuk yang sakit.

"Tapi saya ada surat keterangan sakit dari dokter, karena saya sempat kecelakaan. Tapi gaji saya tetap dipotong," jelas dia.

Dua Hektare Lahan Hutan Bambu di Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan Terbakar

Baznas Sumsel Kembali Aktifkan Ruang Ramah Asap untuk Masyarakat di MAN 1 Jakabaring Palembang

Kualitas Udara di Talang Ubi PALI Masuk Kategori tidak Sehat

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 4 Abab Andi Panjiamun berkata, bahwa memang kebijakan itu benar adanya.

Namun dirinya menyangkal bahwa, keputusan pemotongan gaji itu diambil secara sepihak, karena sudah dibahas didalam rapat para guru.

"Pemotongan itu sifatnya kita alihkan untuk guru piket. Karena kita setiap hari ada 3 orang guru piket yang bertugas. Jadi, bukan potongan kembali ke saya," kata Andi.

Guru SMPN 4 Abab total keseluruhan ada 38 guru, 5 orang PNS dan 32 orang guru non PNS. Kebijakan ini berlaku untuk semua guru yang tidak hadir ke sekolah.

"Ini semata karena agar guru mencintai sekolah itu sendiri, karena selama saya mengajar guru-guru kadang dikit yang hadir," katanya.

Kebijakan ini, kata dia, berlaku hingga waktu tak ditentukan. "Minimal kalau guru sudah rajin mengajar akan kita kaji bersama kembali kebijakan ini," katanya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pendidikan PALI, Kamriadi mengaku harus melakukan kroscek ke lapangan terlebih dahulu mengenai informasi pemotongan gaji ini.

"Kita cek dulu ke lapangan kebenaran info ini," jelas Kamriadi singkat.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved