Manfaat Tersembunyi dari Daun Kelor yang tak Banyak Diketahui Orang, Salah Satunya untuk Jantung
Manfaat Tersembunyi dari Daun Kelor yang Tak Banyak Diketahui Orang, Salah Satunya Baik untuk Jantung
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
Pasalnya, tanaman ini mengandung bahan yang bersifat antimikrobial, sehingga mampu memusnahkan bakteri, terutama bakteri berjenis gram positif.
• Resto Tidak Taat Aturan - Pol PP Siap Lakukan Penyegelan
• Bakal Konser di Jakarta, Gempi Sudah Hafal 2 Lagu, Putri Gisella Anastasia Bikin Honne Meleleh Lagi
12. Dipercaya Baik Untuk Wanita Menopause
Daun kelor yang dikonsumsi dalam bentuk bubuk, dipercaya dapat membantu meningkatkan kadar antioksidan pada wanita yang telah mengalami menopause.
Pada usia menopause, kadar antioksidan di tubuh memang akan menurun akibat berkurangnya produksi hormon estrogen.
Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui manfaat daun kelor tersebut.
13. Antistres
Berdasarkan jurnal Pharmacodynamic, daun kelor merupakan salah satu adabtogen alami.
Adabtogen alami ini memiliki kemampuan untuk melindungi tubuh dari efek toxic pemicu stres.
14. Menguatkan kesehatan otak
Biji kelor mengandung beberapa senyawa, seperti sam amino, asam lemak omega 3, asam folat, dan vitamin E yang dapat meningkatkan kecerdasan otak sekaligus sebagai nutrisi.
15. Bersifat antibakteri dan antijamur
Sayur kelor bersifat anti bakteri dan anti jamur sehingga mampu memerangi masalah yang berhubungan dengan infeksi jamur, infeksi urin, atau masalah yang berhubungan dengan pencernaan.
16. Mencerahkan kulit
Daun kelor yang sudah ditumbuk dapat dikenakan diwajah.
Dicampur dengan air kemudian dioleskan diwajah.
Secara bertahap dapat membuat kulit tampak lembab secara alami. Daun kelor juga membantu menghilangkan bintik hitam dan bekas jerawat.
17. Baik Untuk Anak Yang Malnutrisi
Salah satu manfaat daun kelor yang belum banyak diketahui adalah kemampuannya dalam membantu meningkatkan berat badan pada anak-anak dengan malnutrisi.
Manfaat ini bisa didapat dengan mengonsumsi bubuk kelor selama dua bulan secara teratur.
Meski begitu, jangan serta-merta memberikan olahan daun ini pada anak.
Perhatikan efek samping yang mungkin terjadi dan diskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai keamanannya.
18. Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah
Daun kelor juga disebut dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
Sayangnya, belum banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat daun kelor dalam hal ini.
19. Membantu Meredakan Peradangan
Daun kelor mengandung isotiosianat, yang merupakan zat antiperadangan.
Sehingga, tumbuhan ini dipercaya dapat membantu meredakan peradangan yang terjadi di tubuh.
20. Mencegah Gangguan Ginjal
Orang yang mengonsumsi ekstrak daun kelor mungkin menurunkan risiko batu di ginjal, kandung kemih atau rahim, karena daun kelor mengandung antioksidan tingkat tinggi yang mungkin dapat membantu kadar toksisitas di ginjal.
21. Mengobati Asma
Daun Kelor dapat membantu mengurangi keparahan beberapa serangan asma dan melindungi terhadap penyempitan bronkial. Daun kelor juga terbukti membantu fungsi paru-paru dan pernapasan secara keseluruhan lebih baik.
22. Mengobati Edema
Edema adalah kondisi yang menyakitkan di mana cairan menumpuk pada jaringan tertentu dalam tubuh. Sifat anti-inflamasi dalam daun kelor mungkin efektif untuk mencegah edema berkembang.
• Inilah 15 Cara Menghilangkan Jerawat dari Bahan Alami: dari Lidah Buaya hingga Olahraga teratur
• Lancar Ketika Wawancara Kerja, Tapi Gagal Lulus, 8 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya, Berikut Tipsnya
Perhatikan Efek Samping
Hingga saat ini, memang masih belum banyak penelitian yang menyebutkan efek samping konsumsi daun kelor dalam jangka panjang.
Namun, para ahli mengkhawatirkan, mengonsumsi daun kelor secara berlebih bisa menyebabkan mual, diare, dan heartburn.
Selain itu, meski daun kelor dipercaya bermanfaat untuk kesehatan, Anda sebaiknya tidak mencoba menggunakan bagian lain dari pohon kelor yang belum terbukti khasiatnya secara ilmiah.
Misalnya, mengonsumsi akar pohon kelor.
Pasalnya, akar pohon kelor disebutkan mengandung bahan beracun.
Selain itu, hindari konsumsi ekstrak pohon kelor apabila sedang hamil dan menyusui, untuk mencegah pengaruhnya pada janin dan bayi.
Jika Anda mengonsumsi suplemen yang mengandung daun kelor, pastikan suplemen tersebut telah tercatat di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), untuk memastikan keamanannya.
Selain itu, waspadai juga kemungkinan munculnya reaksi alergi daun kelor.
Meski alami, bukan berarti kita dapat menggunakannya secara sembarangan.
Segera hubungi dokter apabila muncul gejala alergi seperti sesak napas, gatal, dan ruam setelah mengonsumsi tanaman ini.
• 1 Tahun 1 Sarjana, Desa Sungai Dua Gunakan PAD Desa Kuliahkan Masyarakat
• Terungkap Identitas Abash Pacar Lucinta Luna Saat Buka Baju, Dikira Tomboy Ternyata Ini Aslinya