Konsultasi Agama

Bolehkah Solat Jamak Taqdim, Gabungkan Solat Zuhur dan Solat Ashar serta Cara Solat dalam Perjalanan

Bolehkah Solat Jamak Taqdim, Solat Zuhur dan Solat Ashar serta Cara Solat dalam Perjalanan

Bolehkah Solat Jamak Taqdim, Gabungkan Solat Zuhur dan Solat Ashar serta Cara Solat dalam Perjalanan
SRIPOKU.COM/ANTON
Bolehkah Solat Jamak Taqdim, gabungkan Solat Zuhur dan Solat Ashar serta Cara Solat dalam Perjalanan 

Bolehkah Solat Jamak Taqdim, Solat Zuhur dan Solat Ashar serta Cara Solat dalam Perjalanan

Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, apabila kita mau melakukan perjalanan ketika sudah masuk waktu Zuhur, apa boleh kita melakukan sholat jamak Taqdim di rumah sebelum berangkat, karena dikhawatirkan macet nanti tidak bisa sholat Ashar di tempat yang dituju.
Mohon penjelasan Buya. Terima kasih.
0812 780 XXXX

Jawab:
Waalaikumussalam.Wr.Wb.
Jamak Taqdim yang ananda maksud yaitu pada waktu Zuhur menggabungkan solat Ashar di rumah sebelum berangkat.

Rasulullah saw ketika beliau mau musafir sudah tergelincir matahari, beliau solat zuhur saja.

Nanti solat Asharnya di perjalanan.

Lafaz Adzan Solat Subuh, Iqomah, Bacaan Latin, Arti dan Cara Menjawab, serta Hikmah dan Doanya

Tata Cara Sholat Jamak dan Qashar Lengkap dengan Niat dan Artinya, Serta Alasan Diperbolehkan

Beda Jamak Taqdim dan Takhir

Dalilnya terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim, dari Anas yang artinya:

"Jika Rasulullah saw melakukan perjalanan sebelum matahari condong ke barat maka beliau saw mengakhirkan sholat Dzuhur hingga waktu Ashar.

Setelah itu, beliau saw akan singgah sebentar dan menggabung kedua sholat; Dzuhur danAshar.

Namun, jika matahari telah lebih dahulu condong ke barat maka beliau saw akan lebih dulu sholat Dzuhur baru kemudian menunggang untanya. "(HR.Muttafaq 'alaih)

Rasulullah tidak menggabung sholat Zuhur dan Ashar sebelum berangkat karena musafir belum dimulai.

Ketika di dalam perjalanan masuk waktu Ashar beliau sholat Ashar saja karena Zuhurnya sudah beliau lakukan ketika sebelum berangkat.

Jika ananda naik kendaraan umum, ketika dalam perjalanan sudah masuk waktu Ashar tapi ananda tidak bisa turun dari kendaraan untuk melakukan sholat Ashar, maka di atas kendaraan tersebut sholat seadanya dengan bertayammum.

Karena sholatnya tidak sempurna (duduk dan tidak menghadap kiblat) maka kedudukan sholat tersebut LIHURMATIL WAKTI (MENGHORMATI WAKTU) maka setelah sampai ditujuan, mengulangi sholat yang dilakukan dikendaraan tersebut walaupun waktunya sudah lewat.

Demikian penjelasan pertanyaan ananda.

Rubrik ini diasuh oleh KH Syarifuddin Yakub MHi, Dosen Fakultas Syahriah UIN Raden Fatah Palembang dan wakil imam besar Masjid Agung SMB II Jayo Mikramo

Syarifuddin Ya'cub
Syarifuddin Ya'cub (SRIPOKU.COM/Rahmad Zilhakim)
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved