Jangan Pakai KTP Asal Tembak, KPU ingatkan Cabup Independen

KPU Kabupaten Ogan Ilir memberikan peringatan dan perhatian (atensi) kepada Calon Bupati / Wakil Bupati Ogan Ilir, yang memilih maju ke Pilkada Serent

Jangan Pakai KTP Asal Tembak, KPU ingatkan Cabup Independen
SRIPOKU.COM/SUDARWAN
Ilustrasi - KTP Elekronik. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir memberikan peringatan dan perhatian (atensi) kepada Calon Bupati / Wakil Bupati Ogan Ilir, yang memilih maju ke Pilkada Serentak 2020 mendatang, khususnya jalur indepenen (perseorangan) agar tidak menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asal main tembak sebagai bentuk dukungan. Aksi tipu-tipu tersebut dipastikan akan diketahui, setelah petugas melakukan verifikasi faktual kepada pemilik KTP, apakah betul sudah memberikan dukungan atau tidak.

November Bisa Cetak KTP

Tak Perlu Lagi Ke Kabupaten, Warga Yang Mau Buat KTP Cukup Datang Ke UPTD Kecamatan

"KIta berharap jangan terjadi, nanti akan timbul masalah. Saat petugas verifikasi, ternyata pemilik KTP mengaku tidak pernah memberikan dukungan kepada siapapun, temuan ini, bukti dari KTP main tembak. Bahkan, pemilik KTP tidak tahu, jika copy KTP digunakan untuk mendukung Paslon tersebut," kata Ketua KPU Ogan Ilir Masuryati, Minggu (29/9/2019).

Sebelumnya, KPU Ogan Ilir mempersilahkan calon Bupati dan Wakil Bupati, yang hendak bertarung melalui jalur independen mengikuti Pilkada Serentak 2020 mendatang, untuk bertarung memperebutkan kursi bupati. Persyaratannya, ialah dukungan dari masyarakat sebesar 8,5 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Berdasarkan data DPT dari Pemilu Serentak 2019 lalu, DPT yang ada di Bumi Caram Seguguk itu ialah sebesar 288.973 orang. Sehingga untuk maju menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir, minimal harus mengantongi 24.563 orang dari DPT tersebut, yang tersebar di minimal 50 persen jumlah kecamatan di Ogan Ilir.

Dukungan tersebut dibuktikan dengan KTP si pendukung tadi, yang akan dilampirkan saat si Calon mendaftar secara administrasi ke KPU Ogan Ilir nanti. Nah, di sini acapkali terjadi masalah ketika KPU Ogan Ilir melakukan verifikasi terhadap KTP pendukung dengan fakta di lapangan.

"Sementara yang bersangkutan mengaku tidak mendukung saat melakukan verifikasi. Kami pun ga tau KTP kami dapat dari mana, saat verifikasi. Ada info KTP ini didapat dari Koperasi lah, kredit motor lah," ungkapnya.

Masuryati menambahkan, pihaknya telah melakukan modifikasi surat dukungan menjadi sedikit berbeda dibandingkan 2015 lalu. Jika pada 4 tahun lalu, pernyataan dukungan kepada calon kepala daerah hanya ditulis namanya saja dalam satu list serta ditanda tangani di atas materai.

"Misalnya Desa A, terdiri dari 15 orang ditanda-tangani oleh calon Bupati dan dikasih materai. Sekarang tidak lagi, pernyataannya per lembar," ungkapnya.

Sehingga, pemilik KTP tersebut memang benar-benar menyatakan diri untuk mendukung pencalonan dari Bupati/Wakil Bupati perseorangan tersebut. Surat pernyataan itu akan dikumpulkan bersamaan dengan berkas administrasi si calon tadi, ke KPU Ogan Ilir. "Jadi kami harap kepada calon perseorangan, ikutlah aturan dari KPU. Jangan ditembak-tembak, karena form yang sekarang beda dengan yang sebelumnya," jelasnya. (mg5)

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved