Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Sekayu, Atap Menara Mesjid Roboh

Hujan dan angin kencang di Kota Sekayu membuat seketika Bumi Serasan Sekate yang selama ini dilanda kemarau basah terkena air hujan.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPO/FAJERI RAMADHONI
Kencangnya angin tersebut membuat atap dari menara Masjid Raya Sekayu roboh. 

SEKAYU, SRIPO -- Setelah menanti cukup lama akan datangnya hujan akhirnya, Senin (23/9/19) sejumlah Kecamatan di Kabupaten Muba diguyur hujan cukup lebat. Namun, sangat disayangkan akibat hujan dan angin kencang tersebut sejumlah pohon di Jalan Kolonel Wahidi Udin roboh akibat kencangnya angin disertai hujan.

Dari pantauan di lapangan, hujan dan angin kencang di Kota Sekayu membuat seketika Bumi Serasan Sekate yang selama ini dilanda kemarau basah terkena air hujan. Namun sayang, angin yang begitu kencang membuat sejumlah pohon di Jalan Kolonel Wahid Udin dan Jalan Lingkar Randik roboh tertiup angin cukup kencang.

Tidak hanya itu saja kencangnya angin tersebut membuat tiang menara Masjd Raya Sekayu juga roboh, sejumlah kendaraan juga menjadi sasaran pohon tumbang seperti mobil truk yang tertimpa pohon di Jalan Lingkar Randik. Beruntung dari hujan dan angin kencang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Seperti diungkapkan Debi Arianto masyarakat Sekayu, menyebutkan hujan yang turun merupakan rahmat Allah SWT setelah tidak lama diguyur hujan. Dirinya berharap hujan yang beberapa saat bisa memadamkan api di wilayah karhutla.

"Semoga api-api karhutla segera padam, asap yang sudah menyebar saat ini sudah sangat sesak,"ungkapnya.

Lanjutnya, hujan yang berlangsung 15 menit dan disertai angin kencang membuat sejumlah pohon dan fasilitas umum tumbang tertiup angin kencang. Bahkan ada juga mohon yang menimpa mobil.

"Banyak pohon tumbang ada mobil yang tertimpa juga, tower Masjid Raya Sekayu juga tumbang. Kita berhadap dians terkait segera menbersihkan sisa pohon yang tumbang,"jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan, Sudaroji warga Kayuara mengatakan hujan disertai angin kencang membuat fasilitas umum rusak akibat terjangan angin. "Banyak pohon yang tumbang ada juga fasilitas yang rusak. Kedepan dinas terkait segera melakukan pembersihan, jika pohon tumbang dan mengenai jaringan listrik otomatis listrik mati. Oleh karena itu segera dilakukan pembersihan,"ujarnya.

Setelah dinanti-nanti, akhirnya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diguyur hujan, Senin (23/9/2019). Cuaca mendung memang sudah terlihat sejak pukul 15.00 WIB sore.Kondisi itu diyakini warga setempat sebagai pertanda akan turun hujan.

Ternyata benar, hujan turun mengguyur sejumlah wilayah di 'Bumi Beselang Serundingan'. Saat hujan turun, sontak warga ibukota Kabupaten Muratara teriak-teriak mengucap 'Alhamdulillah'.

Ungkapan itu merupakan bentuk rasa syukur warga atas turunnya hujan di daerah mereka. Hujan di Kabupaten Muratara memang tidak begitu deras dan berlangsung hanya beberapa saat.

Namun basahan air hujan paling tidak membuat kondisi yang gersang menjadi lebih sejuk. Pasalnya, sejak turun hujan pada 27 Agustus lalu, baru hari ini Kabupaten Muratara diguyur hujan kembali.

"Sudah tanggal 27 Agustus itu tidak hujan-hujan, nah baru hari ini ada hujan lagi," kata Ahmad, warga Muara Rupit, Kecamatan Rupit.

Ia dan warga lainnya mengaku senang hujan sudah turun di daerahnya walaupun sebentar.

“Alhamdulillah, akhirnya turun hujan," ucapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved