Laporan Eksklusif
Pak Ogah Nyamar Jadi Pekerja Tol
Oknum tersebut biasanya berada di pintu-pintu masuk jalan tikus sepanjang jalan tol. Para pak ogah tersebut biasanya memakai pakaian layaknya pekerja.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
PALEMBANG, SRIPO -- Maraknya para pengendara mobil dan motor masuk ke dalam proyek jalan tol yang sedang dalam tahap pengerjaan, lantaran adanya campur tangan "Pak Ogah" menyamar jadi pekerja proyek.
Oknum tersebut biasanya berada di pintu-pintu masuk jalan tikus sepanjang jalan tol. Para pak ogah tersebut biasanya memakai pakaian layaknya pekerja jalan tol.
Ketika ada pengendara yang hendak melintasi melalui jalan tikus, si oknum tersebut menjadi penunjuk arah para pengendara bandel untuk masuk ke dalam jalan tol. Akan tetapi jasa antar tersebut biasanya tidak gratis. Si oknum meminta jasanya dibayar dengan sejumlah uang.
"Memang sempat ada oknum preman yang kerap nyamar jadi pekerja, mereka bisanya membuat portal sendiri. Dan meminta sejumlah uang," ujar seorang anggota TNI yang bertugas di sana.
Pimpinan Proyek Tol Pematang Panggang-Kayuagung, Fahrudin Haryanto membenarkan maraknya oknum yang menjadi menjadi penunjuk jalan melalui jalan tikus.
Bahkan menurutnya kasus tersebut sudah berlangsung sejak lama, apalagi ketika jalan tol Kayuagung-Pematang Panggang belum dipagar banyak oknum membuat portal sendiri untuk pengendara melintas.
"Kalau itu (maraknya Pak Ogah) sebenarnya kasus sudah lama. Mereka masuknya lewat jalan-jalan tikus yang berada di areal jalan tol," ujar Fahrudin.
Ia menjelaskan, mengantisipasi kasus tersebut pihaknya telah menggandeng aparat kemanan dan serta memperketat penjagaan di pintu-pintu masuk jalan tikus.
Pihak kontraktor juga bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk melakukan tilang kepada pengendara bandel yang kerap masuk ke dalam jalan tol. Upaya tersebut diakui Fahrudin membuahkan hasil, terbukti jumlah pengendara melintas di tol sudah berkurang dari sebelumnya.
"Sekarang sebebarnya sudah jauh berkurang, tapi karena belum selesai 100 persen masih ada saja yang nekat melintas," jelas Fahrudin. (oca)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/terobos-jalan-tol.jpg)