Pagi dan Sore Diselimuti Asap

Intensitas asap (smoke) umumnya meningkat terjadi pada dini hari menjelang pagi hari (01.00-07.00 WIB) dan pada sore hari (17.00-19.00 WIB).

Pagi dan Sore Diselimuti Asap
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ilustrasi kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang. 

PALEMBANG, SRIPO -- Tiupan angin dari arah Timur-Tenggara berkecepatan 4-20 knot (7-36 Km/Jam) menyebabkan masuknya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ke Kota Palembang dan sekitarnya. Tidak hanya pagi, sore hari pun Kota Palembang diselimuti kabut asap.

Berdasar data dari LAPAN, Sabtu (21/9) tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah Timur-Selatan Kota Palembang menyebabkan arah asap ke Kota Palembang. Sumber asap diperkirakan dari wilayah SP Padang, Banyuaasin I, Pampangan, SP Padang, Pedamaran, Tulung Selapan, Cengal, Pematang Panggang, dan Mesuji.

Intensitas asap (smoke) umumnya meningkat terjadi pada dini hari menjelang pagi hari (01.00-07.00 WIB) dan pada sore hari (17.00-19.00 WIB). Hal ini dikarenakan labilitas udara yang stabil pada saat tersebut.

Seperti halnya hari ini (Sabtu pagi), akibatnya mengganggu jarak pandang. Tercatat jarak pandang di Bandara SMB II berkisar 700-900 meter dengan Kelembaban 92-94 persen disertai keadaan cuaca asap (smoke) yang berdampak 1 (satu) penerbangan mengalami delay.

Sementara itu, berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG akan ada potensi hujan dalam rentang waktu 23-24 September 2019 di wilayah Sumatera Selatan.

"Dari persentase tanggal (23/9) peluang hujan mencapai 20-40 persen untuk Sumsel bagian tengah-timur dan 40-80 persen untuk barat," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun BMKG Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bambang Beny Setiaji.

"Sedangkan tanggal (24/9) peluang hujan 40-80 persen untuk seluruh wilayah Sumsel serta peluang hujan minimal 10 mm," jelasnya.

Langit Memerah
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Puding dan Pulau Mentaro, Kabupaten Muarojambi membuat langit di desa tersebut terlihat memerah seperti waktu senja menjelang malam.

Eko, warga setempat mengatakan, suasana siang hari di desa tersebut saat ini sudah tampak seperti malam yang gelap akibat kabut asap yang makin pekat. Hal itu menyebabkan kendaraan yang melintas harus menghidupkan lampu.

Warga membenarkan kebakaran itu terjadi kawasan perusahaan diwilayah tersebut. Sumber lainnya mengatakan kondisi angin yang kuat membuat hembusan api semakin membesar dan semakin gelap.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved