Laporan Eksklusif

Hapal Jalan Tikus

Meski sudah ada larangan dan imbauan dan larangan melintas, namun para pengendara masih saja tetap nekat.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT
Kendaraan pribadi dan sepeda motor melewati jalan tol Kapaltung di KM 354 dari arah Palembang menuju Kota Kayuagung, Selasa (17/9/2019). Banyaknya kendaraan nonproyek memasuki jalan tol ini membahayakan pekerja maupun pengendara. Larangan di setiap pintu masuk diabaikan pengendara demi mencapai waktu cepat ke Kayuagung. 

PALEMBANG, SRIPO -- Sejumlah pengendara mobil mengaku nekat melintas melalui jalan tol lantaran dapat memangkas waktu sekitar setengah jam lebih menuju Kayu Agung dari kota Palembang. Dimana dalam jarak tempuh normal melalui Jalintim, pengendara harus memakan waktu sekitar dua jam dari Palembang menuju Kayu Agung.

Meski sudah ada larangan dan imbauan dan larangan melintas, namun para pengendara masih saja tetap nekat. Bahkan, ketika jalan utama ditutup portal, para pengendara kerap kali mencari jalur alternatif atau jalan tikus yang tak dapat penjagaan.

Kepala Cabang PT Hutama Karya Tol ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung, Yoni Satyo mengatakan pihaknya telah membuat imbauan dan melakukan larangan bagi warga yang masih masuk ke jalur tol yang belum dioperasikan.

Lokasi jalan tol yang masih dalam pekerjaan, membuat pengendara kerap kali mencari jalan-jalan akses proyek seperti dari Dari gunung Batin, dari arah Palembang (kapalbetung) dan akses pintas lainnya.

"Kita belum dapat merinci jalan tikus mana saja yang sering dilalui pengendara. Tol kan belum beroperasi, jadi sangat jelas dilarang pengendara lewat," ujarnya.

Diakuinya, petugasn sebenarnya enggan menghendaki adanya kendaraan umum yang melintas, lantaran tak hanya membahayakan petugas tetapi juga pengendara itu sendiri. Apalagi, akibat dari pengendara nekat masuk mengakibatkan tewasnya seorang pekerja yang sedang mengantar makanan.

Maka itu, pihaknya mengimbau kepada pengendara jangan nekat memasuki areal jalan tol. Terlebih, saat ini di sejumlah fasilitas seperti lampu jalan, rambu-rambu, pagar pembatas dan fasilitas lainnya belum terpasang seutuhnya.

"Kami imbau masyarakat jangan masuk ke jalur tol dulu, karena memang belum terdapat apapun didalamnya. Sehingga sangat membahayakan," tegasnya.

Ramdani, seorang pegawai swasta asal Palembang yang bertugas di Kayu Agung mengaku hampir sejak beberapa bulan terakhir melalui jalan tol untuk menuju tempatnya bekerja. Meski keadaan jalan tol tengah dalam perbaikan serta dilarang melintas, ia tetap saja nekat melaju.

"Ya hampir setiap hari kerja pasti lewat sini (jalan tol), selain memangkas jarak juga tak harus bayar. Apalagi tak ada petugas yang melarang di pintu masuk," katanya.

Dayat, pengendara sepeda motor asal Kayu Agung lainnya mengaku juga kerap melewati jalan tol ketika hendak menuju ke Palembang atau pulang kampung ke desanya di Mesuji OKI.

Kendati menggunakan kendaraan roda dua, ia tampak santai melaju di jalan tol. Meski jalan tersebut merupakan fasilitas untuk roda empat dan sedang dalam kondisi perbaikan, namun ia seakan tak memperdulikan. Lantaran pintu-pintu masuk tol tak melarang pengendara sepeda motor untuk melintas.

"Mudik ke Mesuji atau pulang ke Palembang ya lewat tol. Mumpung belum selesai dan bisa dilalui ya manfaatin dulu," jelasnya. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved