Breaking News:

Laporan Eksklusif

Minim Angkutan dan Personil

Dengan jumlah sampah mencapai 1.167 ton perhari, pihaknya hanya mampu mengangkut 800 ton.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
Minim Angkutan dan Personil
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ilustrasi: Truk sampah memungut dari bak-bak sampah di jalan-jalan protokol Palembang.

PALEMBANG, SRIPO -- Permasalahan sampah masih menjadi polemik yang tak kunjung usai di kota Palembang. Kendati dikenal sebagai daerah peraih Piala Adipura, namun di sejumlah sudut kota pempek masih banyak ditemukan sampah berserakan berada di bukan tempatnya seperti trotoar dan pemukiman warga.

Kepala Dinas DLHK Kota Palembang, Alex Fernandus mengklaim tidak terangkutnya dengan maksimal sampah-sampah di kota Palembang lantaran pihaknya saat ini kekurangan moda angkutan berupa truk sampah.

Dengan jumlah sampah mencapai 1.167 ton perhari, pihaknya hanya mampu mengangkut 800 ton. Dari volume sampah yang dihasilkan, setidaknya DLHK Palembang butuh 150 unit. Akan tetapi, sampai saat ini Pemkot Palembang hanya memiliki 80 truk dan 35 unit diantaranya masuk dalam kategori tak laik.

"Dengan angkutan yang ada saat ini, ya kita terpaksa angkut dua sampai tiga kali. Truk tak laik jalan juga mau tak mau harus kita manfaatkan," katanya, Rabu (18/9).

Selain itu, jumlah petugas pasukan kuning sekarang juga tidak memenuhi kuota yang dibutuhkan. Untuk menjelajahi sampah di Kecamatan-kecamatan di Palembang, paling tidak dibutuhkan 2500 an orang. Dimana petugas DLHK Palembang kini hanya ada sekitar 580 an personel.

"Jumlah angkutan dan orang memang kurang memadai. Tetapi itu bukan alasan untuk kita bermalasan alam bertugas," tegas mantan Kasat Pol PP Palembang ini.

Diakui Alex, keseluruhan total sampah yang dihasilkan, sampah berasal dari pasar dan mall menjadi penyumbang terbesar. Total sampah pasar menyumbang seperempatnya dari total 1.167 ton perhari.

Untuk menangani permasalahan sampah di pasar dan mall, ke depan pihaknya ingin pihak terkait menyediakan sendiri angkutan dan membuangnya langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Sampah pasar ini paling banyak, kami ingin mereka nantinya buang sendiri dan punya angkutan sendir. Agar meringankan beban angkutan kita," harap Alex. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved