Sambangi Korban Kebakaran Di Aspol, Bhayangkari Polda Sumsel Berikan Bantuan Sembako dan Santunan

Sambangi Korban Kebakaran Di Aspol, Bhayangkari Polda Sumsel Berikan Bantuan Sembako dan Santunan

Sambangi Korban Kebakaran Di Aspol, Bhayangkari Polda Sumsel Berikan Bantuan Sembako dan Santunan
SRIPOKU.COM/ANDIKA WIJAYA
Ketua Seksi Sosial Bhayangkari Polda Daerah Sumsel Fia Fatori, saat memberikan bantuan sembako dan santunan, ke korban kebakaran di Aspol, Plaju jalan Di Panjaitan, Senin (16/9). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Andi Wijaya 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Kebakaran yang terjadi di asrama polisi (aspol) cepat di respon oleh Bhayangkari Polda Sumsel dengan memberikan bantuan kepada korban di Jalan DI Panjaitan Kelurahan Sentosa Kecamatan Plaju Senin,(16/9).

Update terakhir korban kebakaran ternyata mencapai 11 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya dikabarkan hanya 9 rumah yang terbakar.

Ketua Seksi Sosial Bhayangkari Polda Daerah Sumsel Fia Fatori mengatakan, sebagai pihak keluarga polisi mereka hanya mencoba membantu meringankan beban para korban.

Cut Meyriska Terbaring di Rumah Sakit Dikira Hamil, Ternyata Istri Roger Danuarta Idap Penyakit Ini

Kisah Pilu Agus, Prajurit Kopassus Ikhlas Kaki Membusuk di Hutan Demi Misi Tapi Akhirnya Dipecat

Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung di Jendela, Warga Seberang Ulu Palembang Ini Minta Cium Istrinya

"Kita sebagai pengurus Bhayangkari daerah Sumsel tentunya ikut merespon bencana yang dialami keluarga kita disini. Sebenarnya Ketua Bhayangkari Sumsel (Ibu Kapolda Sumsel) tapi beliau tidak bisa hadir makanya saya mewakili,"ungkapnya

Menurut istri dari Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Fatori menuturkan dari peristiwa bencana ini tentunya ada hikmah yang bisa dipetik. Katanya adanya pasti ada sebuah keteledoran itu yang merupakan hikmahnya.

"Ada sembako pakaian untuk para korban. Kami hanya meringankan bebas untuk apakah akan di bangun lagi sudah kebijakan Polri tentunya,"kataya

Ditempat yang sama, Kapolsek Plaju AKP Rizka Aprianti menjelaskan, untuk penyebab sumber api atau apa membuat kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu (14/9) lalu. Disebutkannya pihaknya tidak bisa menduga-duga semisal informasi menyebutkan dugaan awal arus pendek atau ada faktor lain.

"Sudah kita lakukan olah TKP kemarin. Kami juga sudah bekerja sama dengan labor Polda untuk meneliti biar lebih pasti. Nah sekarang untuk dugaannya kita tunggu hasil labor Polda saja,"katanya

Dia juga menyebutkan kebakaran itu menyebabkan dua anggotanya turut menjadi korban. Bahkan semua pakaian dinas tidak bisa terselamatkan.

Kisah Anak Perempuan Ngaku-ngaku Anak Soeharto Saat G30S/PKI, Misinya Bak Agen Rahasia Level Tinggi

Inilah 4 Pasangan Zodiak Disebut Tak Pernah Bertengkar, Sering Disebut Relationship Goals

"Tapi sudah kita berikan bantuan. Sedangkan untuk tempat tinggal tidak hanya anggota kita saja semua korban juga telah disiapkan sebuah flat di komplek Pakri. Ada juga yang menginap di tempat keluarga,"ungkapnya
Sebelumnya si jago merah yang melalap rumah itu terjadi sekitar pukul 10.30. Alhasil sebanyak sembilan rumah yang terbakar merupakan milik polisi yang masih berdinas, pensiunan maupun warakauni.

Penyebab dugaan kebakaran terjadi karena korsleting listrik atau arus pendek. Hal itu keterangan saksi Pirman (25) yang juga rumahnya menjadi korban amukan si jago merah. Katanya arus pendek itu menyebabkan percikan api hingga menyambar ke rumah rumah lainnya.

“Rumah saya juga terbakar karena korsleting listrik penyebabnya. Lalu saya waktu melihatnya api tersebut mulai mengganas hingga tak bisa menolong untuk memadamkan api tersebut,”katanya. (diw).

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved