Bayi Kembar Empat di RSMH Palembang

Begini Proses Persalinan Bayi Kembar Empat di RSMH Palembang, Karena BBLSSR Harus di Ruang NICU

proses persalinannya, pukul 00.50 tanggal 10 September 2019 mulai melahirkan dengan jenis kelamin perempuan, beratnya 900 gram dan panjang 38 cm.

Begini Proses Persalinan Bayi Kembar Empat di RSMH Palembang, Karena BBLSSR Harus di Ruang NICU
TRIBUN SUMSEL.COM/LINDA TRISNAWATI
Karena kondisi BBLSSR bayi kembar empat dirawat di ruang NICU RSMH Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kristina Adriani (29) melahirkan bayi kembar empat di RSMH Palembang. Kelahiran bayi kembar empat yang berjenis kelamin dua laki-laki dan dua perempuan tersebut lahir secara normal.

Kepala Instalasi Kebidanan RSMH Palembang, Rodia menceritakan, bahwa Kristina Adriani datang ke RSMH Palembang pada tanggal 9 September 2019, melalui UGD.

"Dia masuk ke ruang Kebidanan pukul 16.30. Lalu dilakukan perawatan sampai lahiran tengah malam," kata Rodia saat dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Lebih lanjut ia menceritakan proses persalinannya, pukul 00.50 tanggal 10 September 2019 mulai melahirkan dengan jenis kelamin perempuan, beratnya 900 gram dan panjang 38 cm.

Lalu bayi kedua berjenis kelamin perempuan lahir pukul 01.00 dengan berat badan 950 gram dan panjang 36 cm.

Jaka Gagal Menikah 2 Minggu Lagi karena Kasus Begal, Kekasihnya Pun tidak Datang Menjenguk

Terkait Kabut Asap, Dinas Pendidikan Sumsel Keluarkan Surat Edaran Kepada Ketua MKKS SMA dan SMK

Sudah 5 Tahun Tumpukkan Sampah di Jalan Lettu Abu Kosim Kayuagung Ini tidak Diangkut, Ganggu Warga

Kemudian bayi ketiga lahir pukul 01.02 jenis kelamin laki-laki dengan berat badan 1.100 gram dan panjang 37 cm.

Lalu bayi keempat lahir pukul 01.05 juga berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 1000 gram dan panjang 37 cm.

"Begitu bayi dilahirkan dengan pertolongan bidan dan dokter anak, kemudian anaknya dialihkan ke ruang NICU. Karena kondisi berat badanya yang BBLSSR maka harus dilakukan perawatan di ruang intensif," jelasnya.

Menurutnya, karena berat bayi lahir sangat sangat rendah (BBLSSR) maka tidak bisa dilakukan perawatan di ruang biasa. Jadi harus dirawat intensif.

"Untuk kondisi ibu stabil dan paginya ibu dipindahkan diruang perawatan. Ibu ini pakai BPJS Kesehatan," katanya. (TS/Linda Trisnawati)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved