Berita OKI

Sudah 5 Tahun Tumpukkan Sampah di Jalan Lettu Abu Kosim Kayuagung Ini tidak Diangkut, Ganggu Warga

Sampah yang menumpuk dan tidak terurus berserakan di jalan Lettu Abu Kosim menuju Perumahan BTN Akabri Kelurahan Kedaton Kecamatan Kayuagung OKI.

Sudah 5 Tahun Tumpukkan Sampah di Jalan Lettu Abu Kosim Kayuagung Ini tidak Diangkut, Ganggu Warga
TRIBUN SUMSEL.COM/NANDO ZEIN
Sampah yang telah lama menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap di Desa Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir , Selasa (10/9/2019) 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Sampah yang menumpuk dan tidak terurus berserakan di jalan Lettu Abu Kosim menuju Perumahan BTN Akabri Kelurahan Kedaton Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Katarijah,  salah satu warga Perumahan BTN Akabri kedaton sudah lama tinggal di komplek tersebut, sehingga mengetahui betul tentang sampah yang menumpuk membuat masyarakat sekitar menjadi resah.

"Tahun-tahun kemarin sampah yang menumpuk disini rajin diambil sama mobil sampah, tapi sejak sekitar 5 tahun terakhir sampahnya dibiarkan tidak ada yang mengangkutnya," ungkap Katarijah saat ditemui Tribunsumsel.com, Selasa (10/9/2019).

Sampah yang menumpuk memang berasal dari masyarakat sekitar, bahkan berserakan hingga hampir keluar dari trotoar.

"Lokasi yang menjadi tumpukan sampah itu sebenarnya punya pemerintah, tapi tidak pernah lagi diangkut sampahnya. Hanya di tong-tong sampah depan rumah warga saja yang diambil," ujarnya.

Katarijah juga mengungkapkan kalau sampah ini dibiarkan terus menerus oleh pemerintah, kesehatan warga sekitar akan terganggu.

Jaka Gagal Menikah 2 Minggu Lagi karena Kasus Begal, Kekasihnya Pun tidak Datang Menjenguk

Temui Menteri BUMN ,Herman Deru Pastikan Awal Oktober Tol Kayuagung-Palembang Dapat Difungsionalkan

Sekolah Dilarang Lakukan Pungutan Ujian Semester, Tahun 2019 Biaya Ujian Semester Ditanggung Diknas

"Harapan kami di lokasi itu diberi wadah sampah yang besar, dan segera dibersihkan karena sangat bau, dari bau sampah sisa makanan, kotoran ayam, juga bau isi pempers," terangnya.

Bahkan kemarin sampah tersebut berserakan hingga meluber ke jalan.

"Baru-baru ini saja dibersihkan biar tidak ke jalan, tapi tidak diambil. Itupun dibersihkan pakai alat berat karena ada proyek perluasan jalan," tuturnya.

Beberapa masyarakat masih terbiasa membuang sampah disitu sembari melewati jalan.

"Rumah-rumah yang lain masih suka buang sampahnya kesitu, kalau nanti di pasang plang dilarang membuang sampah pasti ada yang marah dan mencabutnya langsung," jelasnya.

Meski sudah bertahun-tahun masalah ini ada, Katarijah dan seluruh warga yang tinggal di dekat lokasi tumpukan sampah berharap pihak pemerintah terkait bisa segera mengatasi permasalahan sampah tersebut terlebih Kabupaten OKI pernah mendapat piala Adipura. (TS/Nando Zein)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved