Berniat Ambil Bola di Sungai, Tiga Bocah Tenggelam

Bola yang cepat menghanyut membuat Adit mengikuti bola dan akhirnya tenggelam.

Penulis: Mat Bodok | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/IST
Tiga bocah tewas tenggelam di Sungai Musi dermaga Pelabuhan Tanjung Lago Banyuasin 

KAYUAGUNG, SRIPO -- Tiga orang anak tenggelam di Sungai Musi Dermaga Pelabuhan Desa Sebalik Sungai Tanjung Lago Kecamatan Kabupaten Banyuasin. Kejadian tersebut ketika mereka sedang bermain bola, sehingga menyebabkan ketiganya meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi, Kamis (5/9)2019) sore, dan ketiganya yakni, Dava bin Jarot (6), Nizam bin Edi Supriyatin (6), dan Adit bin Nahnu (6) warga Desa Sebalik. Mereka lagi asyik bermain bola di pinggir sungai. Tiba-tiba Dava menendang bola lebih keras sehingga bola mengarah ke sungai.

Lalu, Adit yang mengambil bola yang mengambang di permukaan sungai. Namun, bola yang cepat menghanyut membuat Adit mengikuti bola dan akhirnya tenggelam. Melihat Adit tenggelam, kedua temannya, Nizam dan Dava berlari ke sungai untuk melakukan pertolongan.

Namun, keduanya tidak bisa menolong Adit. Akhirnya mereka juga ikut tenggelam di dasar Sungai Tanjung Lago. Dari kejadian itu, salah satu pelajar Dewi (14) melihat bahwa mereka tiba-tiba lari kearah sungai untuk mengejar bola. "Adit ini lari kearah sungai untuk mengambil bola," kata Dewi kepada wartawan yang tidak sempat lagi untuk melarang ketiga anak itu, karena mereka lari mengejar bola.

Kadis BPBD dan Kesbangpol Ir H Alfian Sholeh melalui Tim TRC Banyuasin Alex Kardinata didampingi Indra Aliminsyah mengatakan, ketiga anak ini memang belum bisa berenang. Hal ini menurut keterangan orang tua korban.

"Setelah dilakukan pencarian terhadap 3 korban, tim pusdalops BPBD dan Danramil 430/04 Talang Kelapa berhasil menemukan dua orang bocah yakni, Nizam dan Dava di tempat tak berjauhan, sekitar pukul 16.00. Sedangkan korban Adit ditemukan 4 jam kemudian," katanya.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Arsiantara Sianipar SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Wahyu Maduransyah Putra SIk melalui Kapolsek Tanjung Lago Iptu Jamil, Jumat (6/0/2019) membenarkan adanya 3 orang yang masih anak-anak korban tenggelam. Mereka ini, belum bisa berenang sehingga tidak bisa menyelamatkan diri dari dalam anak sungai.

"Sekelompok anak-anak bermain bola kaki dipinggir sungai. Kekuatan nendang bola, lalu bola masuk sungai dan secara spontan Adit lari hendak mengambil bola. Melihat Adit minta bantu, lalu dua orang anak lainnya hendak membantu. Namun niat baik mereka tak kesampaian, bahkan ikut tengggelam," jelas Iptu Jamil kepada wartawan.

Tenggelamnya tiga orang bocah di Sungai Musi Dermaga Pelabuhan Desa Sebalik Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, duka mendalam bagi warga desa, Jumat (6/9/2019). Kepala Desa Sebalik Sarbani Rizwan menceritakan awal mula menghilangnya tiga orang anak tersebut, Kamis (5/9/2019) sore kemarin. Membuat heboh para orang tua dan histeris minta tolong, setelah melihat sepasang sandal di dermaga dan warga Desa Sebalik, spontan turun ke sungai.

Orang tuanya mencari ke darat dan ke sungai kesana kemari, tidak ditemukan. Ketika melihat tiga pasang sandal barulah orang tua dari Dava (6) yaitu Jarot, berteriak minta tolong sama warga.

"Ketiga orang tua dari anak bernama Dava, Nizam, dan Adit bersama mencari anak mereka," kata Kades Sebalik seraya menceritakan bahwa ketiga anak ini sebelumnya tidak pernah bermain di pinggir sungai.

Kalau menurut cerita orang mereka, baru kemarin anak-anak itu bermain di pinggir sungai. Mainpun tidak lama. Sekitar pukul 13.00 mereka bermain bola di depan halaman rumah. Tidak berapa lama, mereka keluar halaman menuju jalan ke dermaga.

"Tidak berapa lama dari itu, orang tua mereka mencari karena tidak ada lagi terdengar suara mereka bermain. Ibu mereka lalu mencari kearah darat. Di darat tidak ada lalu mencari lagi ke sungai," tutur Sarbani yang mengingat ucapan dari orang tua korban.

Setelah itu, orang tua mereka melihat ada sepasang sandal di dermaga. Bukti sandal inilah warga sekitar sungai mencari anak- anak tersebut. "Setelah dicari pukul 16.00 ditemukan dua orang anak Dava dan Nizam. Kemudian warga dibantu Danramil dan juga polisi melakukan pencarian terhadap Adit," ceritanya.

Mengingat, masih ada satu anak lagi, pencarian sampai dilakukan pukul 20.00 dan keluarganya berhasil menemukan Adit juga dalam keadaan tak bernyawa. "Dari informasi orang tuanya, mereka tak ada firasat. Hanya, mereka ini sebelumnya tak pernah main di dekat sungai, namun kemarin mereka kompak bermain," imbuhnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved