Breaking News:

Kemarau, Puluhan Hektar Sawah di Pagaralam Gagal Panen

Kekeringan akibat kemarau panjang tahun ini hampir membuat seluruh petani sawah di Kota Pagaralam terancam kehilangan mata pencahariannya

SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
SAWAH KEKERINGAN : Tampak salah satu petani yang menunjukan kondisi sawah miliknya yang kekeringan karena suplay air tidak ada akibat Kemarau, Jumat (6/9/2019). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Kekeringan akibat kemarau panjang tahun ini hampir membuat seluruh petani sawah di Kota Pagaralam terancam kehilangan mata pencahariannya.

Pasalnya hampir semua lahan persawahan di sejumlah wilayah di Kota Pagaralam kekeringan. Kondisi ini membuat para petani padi terancam gagal panen.

Seperti yang dialami oleh petani dikawasan dusun Tanjung Menang Kelurahan Prahu Dipe Kecamatan Dempo Selatan dimana sekitar 30 hektare sawah warga setempat dipastikan gagal panen akibat kekeringan.

Warga Sabutan OKU Selatan Digegerkan, Bayi Kambing Lahir Bermata Satu

Belasan Ribu Warga Kota Palembang Menderita Penyakit Paru-paru, Tahun 2016 Tercatat 21.666 Penderita

KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Muaraenim Selama 4 Jam,tak Terlihat Aktivitas Pegawai Pasca Digeledah

Ketua Koptan Tinas Mandiri Desa Tanjung Menang, Nando mengatakan, tanaman padi para petani yang sudah berumur rata-rata 30 hingga 70 hari dipastikan layu dan mati akibat kondisi Kekeringan.

"Padi warga kami bisa dipastikan akan mati karena sampai saat ini sudah tidak ada lagi pasokan air yang masuk kearela sawah karena sumber airnya sudah kering," ujarnya.

Dijelaskannya, para petani di dusunnya hanya bisa pasrah dengan kondisi ini lantaran irigasi di kawasan pertanian mereka juga sudah ikut mengering.

"Mau bagaimana lagi pak,lahan dan tanaman kami sudah dipastikan tidak bisa di olah lagi. Tanah sudah meretak karena kering. Jadi kami dipastikan akan gagal panen. Akibat kondisi ini petani diperkirakan merugi hingga ratusan juta rupiah," jelasnya.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Dempo Selatan, Ronal menanggapi keluhan ini telah melakukan survey lapangan dan membuat laporan terhadap kondisi tanaman maupun dampaknya terhadap para petani dusun Tanjung Menang.

"Untuk tindakan maupun penanganan tetap akan berkoordinasi dengan pihak lain seperti Dinas Pekerjaan Umum untuk penanganan irigasi," katanya.

Dijelaskan Ronal, memang pengairan dikawasan ini masih irigasi biasa dan memang diperlukan pembangunan irigasi beton supaya bisa menjangkau sumber air untuk mengairi kawasan persawahan yang ada.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved