Tujuh Hari Warga Desa Pauh Kabupaten Muratara Gelap Gulita
Sejak tujuh hari terakhirini, warga Dusun IV Tebing Tinggi Desa Pauh I Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara mengalamigelap gulita. Lantaran jaring
SRIPOKU.COM, MURATARA – Sejak tujuh hari terakhirini, warga Dusun IV Tebing Tinggi Desa Pauh I Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara mengalami gelap gulita. Lantaran jaringan listrik tegangan rendah (TR) yang menyuplailistrik ke tempat warga terputus karena Gardu Tiang Trafo (GTT) roboh tertimpa pohon.
Diketahui, robohnya GTT tersebutternyata sudah berlangsung cukup lama,sekitar sepekan sejak tanggal 23 Agustus 2019. Namun hal itu baru diketahui setelah warga melakukan penelusuran sendiriuntuk mengetahui penyebabpemadaman listrik di dusun mereka.
• Malam Hari Jalan TAA-Palembang Gelap Gulita, Puluhan Pemudik Asal Bangka Pilih Bermalam di Pelabuhan
• Ruas Jalan Nasional Menuju Tol Palindra Gelap Gulita, Pengendara Mengeluh
Adapun yang berdampak dari robohnya GTT tersebut adalah warga yang bermukim di Dusun IV Tebing Tinggi, Desa Pauh I. Diketahui, robohnya GTT yang terletak di simpang Tebing Tinggi Dusun IV Desa Pauh I itu dikarenakan tertimpa pohon.
"Sudah satu minggu dusun kami padam, ternyata tiang trafonya roboh," kata Ade Candra, warga setempat, Kamis (29/8/2019).
Warga berharap tim gangguan PT PLN (Persero)cepat dan sigap menanggapikeluhan pelanggan dan memperbaikisetiap terjadi gangguani.
"Kami minta petugas PLN-nya cepat menanggapi, jangan terlalu lama, apalagi sampai seminggu," ujarnya.
SementaraManagerPT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lubuklinggau, Mustofa Bahri dikonfirmasi membenarkan robohnya GTT tersebut. Terkaitlambatnya penanganan terhadap robohnya GTT di Dusun IV Tebing Tinggi Desa Pauh I tersebut karena pihaknya baru mendapatkan informasi.
"Laporannya baru masuk, hari ini petugas sudah menuju lokasi untuk penggantian, mohon doanya semoga lancar," katanya.
Dijelaskan, GTT adalah trafo daya penurun tegangan listrik dari tegangan menengah ke tegangan rendah sebelum disalurkan ke konsumen. "GTT ini salah satu komponen yang sangat penting, kalau terganggu, maka penyaluran listrik ke rumah-rumah konsumen juga terganggu," katanya.
Menurut dia, masih banyak pohon-pohon di kebun milik masyarakat yang berdekatan dengan jaringan listrik di sepanjang jalan, sehinggaapabila pohon itu roboh maka akan menimpa kabel jaringan listrik dan membuat listrik menjadi padam. Karena itu dia berharap, masyarakat mendukung dan bersedia pohon-pohon yang berdekatan dengan jaringan listrik untuk ditebang.
Gagal Shalat Istisqa
Sementara rencana Pemkab Murataramengadakan salat Istisqa, Kamis (29/8/2019), sepertinya gagal dilaksanakan karena sudah turun hujan selama dua hari . Pembatalan salat Istisqa tersebut sesuai dengan kesepakatan bersama saat rapat persiapan salat Istisqa di ruang Bina Praja Setda Muratara, Rabu (21/8/2019) lalu.
Pasalnya, dalam rapat persiapan sebelumnya telah disepakati bahwa apabila hujan turun sebelum pelaksanaan salat Istisqa maka akan dibatalkan. "Keputusannya dibatalkan, karena kemarin sama hari sebelumnya sudah hujan," kata Kasubag Agama Pendidikan dan Kebudayaan Bagian Kesra Setda Muratara, Muzamil. (cr14)