Sumsel Rawan Tambang Batubara Ilegal, Negara Alami Kerugian Rp 54 Miliar untuk Satu Titik Tambang

Sumsel Rawan Tambang Batubara Ilegal, Negara Alami Kerugian Rp 54 Miliar Untuk Satu Titik Tambang

Sumsel Rawan Tambang Batubara Ilegal, Negara Alami Kerugian Rp 54 Miliar untuk Satu Titik Tambang
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Gubernur Sumsel Herman Deru / Sumsel Rawan Tambang Batubara Ilegal, Negara Alami Kerugian Rp 54 Miliar Untuk Satu Titik Tambang 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

Sumsel Rawan Tambang Batubara Ilegal, Negara Alami Kerugian Rp 54 Miliar Untuk Satu Titik Tambang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Provinsi Sumatera Selatan masuk dalam lima besar daerah yang memiliki Sumber Daya Alam terbesar di Indonesia, salah satunya batubara.

Namun, nyatanya hal ini menjadi peluang untuk membuka tambang-tambang batubara ilegal.

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan permasalahan yang dihadapi di Sumsel sendiri, yakni ada tambang ilegal yang menggunakan sistem underground dalam penambangannya seperti di Muara Enim.

Bukan hanya mengancam akan membuat kerusakan alam tapi juga pengaruh pada urusan nyawa para penambang seperti yang terjadi di Sulawesi Utara.

"Semua pihak harus kerjasama, saya tidak bisa perintah kepolisian, namun hanya bisa mengajak instansi lain. Hasil investigasi kita akan dilaporkan ke kepolisian agar kepolisian bisa menindak. Kepolisian bisa menindak karena ini ilegal mining,” jelasnya.

Breaking News: Pelatih Fisik Sriwijaya FC, Didik Lestyantoro, Mundur

Tersangka Narkoba Ini Kritis Lalu Meninggal Dunia, Ditangkap Petugas Satresnarkoba Polres Muaraenim

Polres OKI Tilang 35 Kendaraan di Hari Pertama Gelar Operasi Patuh Musi 2019 di Kota Kayuagung

Sementara, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumsel Robert Heri mengatakan, dampak dari tambang batubara ilegal untuk satu titiknya saja bisa merugikan negara sekitar Rp 54 miliar dan diketahui sedikitnya ada 8 titik tambang batubara ilegal.

Upaya Pemprov yang bisa dilakukan saat ini adalah menutup tempat-tempat penyuplaian batubara ilegal. Bila hanya berantas bagian hulu (mulut tambang), bisa kembali muncul.

Tapi jika tempat-tempat mengangkut dan menjual ditutup maka otomatis tambang ilegal tidak akan beroperasi.

Halaman
12
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved