Berita Palembang

Menkeu Usul Iuran BPJS Kesehatan Dinaikkan, Komisi V DPRD Sumsel Nyatakan Keberatan, Ini Alasannya

Menkeu Usul Iuran BPJS Kesehatan Dinaikkan, Komisi V DPRD Sumsel Nyatakan Keberatan, Ini Alasannya

Menkeu Usul Iuran BPJS Kesehatan Dinaikkan, Komisi V DPRD Sumsel Nyatakan Keberatan, Ini Alasannya
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Petugas Kesehatan menunjukkan KIS BPJS. Menkeu Usul Iuran BPJS Kesehatan Dinaikkan, Komisi V DPRD Sumsel Nyatakan Keberatan, Ini Alasannya 

Menkeu Usul Iuran BPJS Kesehatan Dinaikkan, Komisi V DPRD Sumsel Nyatakan Keberatan, Ini Alasannya

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berbagai komentar menyatakan keberatan terhadap rencana Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengusulkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Bahkan politisi PKS ini memposting di IG dan FB.

"Ada pameo (pribahasa) rakyat kecil tidak boleh sakit. Saya sebagai salah seorang wakil rakyat menolak kebijakan pemerintah pusat untuk menaikkan tarif iuran BPJS," tegas Syaiful Padli, Kamis (29/8/2019).

Syaiful mengatakan, alasan penolakan yaitu lantaran saat ini beban rakyat semakin berat sampai.

Selain itu, pelayanan dari BPJS sendiri belum maksimal.

Hal ini terbukti dari masih banyaknya rakyat yang berobat namun dipersulit.

Seperti mulai dari proses penerimaan pasien BPJS, sampai kepada ketersediaan kamar yang terbatas untuk pasien BPJS serta ketersediaan obat yang sekadarnya dan terbatas.

Tingkatkan Kepatuhan Perusahaan, BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau Gandeng Kejaksaan Negeri Lahat

1,5 Juta Warga Kota Palembang Sudah Tercover BPJS Kesehatan, 200 Ribu Warga Miskin Belum Mendaftar

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang Ajak Jajarannya Berkunjung ke Graha Tribun, Begini Kesannya

"Saya mengusulkan daripada pemerintah pusat sibuk untuk memindahkan ibukota negara, lebih baik dananya digunakan untuk dana berobat gratis untuk rakyat khususnya rakyat yang tidak mampu," sindirnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Untuk kelas Mandiri I naik 100 persen dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu per peserta per bulan mulai 1 Januari 2020 mendatang. Lalu, iuran kelas Mandiri II naik dari Rp59 ribu menjadi Rp110 ribu per peserta per bulan.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved