Berita Palembang

Puluhan Massa CIC Mendesak Polda Sumsel Mengusut Dugaan Ijazah Palsu Oknum Anggota DPRD Ogan Ilir

Ijazah sarjana yang digunakan salah satu oknum Anggota legislatif DPRD Kabupaten Ogan Ilir periode 2014-2019 terindikasi palsu.

Puluhan Massa CIC Mendesak Polda Sumsel Mengusut Dugaan Ijazah Palsu Oknum Anggota DPRD Ogan Ilir
TRIBUN SUMSEL.COM/M ARDIANSYAH
Massa mengatasnamakan Central Investigation Corruption (CIC) saat menggelar aksi di Mapolda Sumsel, Rabu (21/8/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Puluhan massa yang mengatasnamakan Central Investigation Corruption (CIC) mendatangi Polda Sumsel untuk mengadukan adanya dugaan salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir dalam pencalonannya pada periode 2014-2019 menggunakan ijazah palsu.

Ijazah sarjana yang digunakan salah satu oknum Anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir periode 2014-2019 terindikasi palsu.

Koordinator Aksi, Dedi Irawan meminta kepada Kapoda Sumsel untuk melakukan penyidikan terhadap oknum anggota legislatif yang diduga menggunakan ijazah palsu tersebut.

"Sebagai penerus bangsa, kami berkomitmen mengawal setiap kebijakan untuk meminimalisir dugaan-dugaan oknum yang bermain dan mencederai dunia pendidikan," katanya saat orasi di halaman Polda Sumsel, Rabu (21/8/2019).

Ijazah sarjana yang digunakan salah satu oknum anggota DPRD Ogan Ilir itu terindikasi palsu berdasarkan bukti yang mereka pegang.

Dugaan ijazah palsu yang digunakan oknum dewan OI tersebut, berasal dari salah satu Universitas di Jakarta.

BPKN Mencatat Ada Ribuan Pengaduan Konsumen di Sektor Pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah

Nasib Rahmadi yang Dikurung Orangtuanya Selama 3 Tahun di Kandang Kambing akan Dicarikan Solusinya

Terdakwa Pembunuh Calon Pendeta Melinda Zidemi Melanggar Banyak Pasal dengan Ancaman Hukuman Mati

Karena, dari data yang diperoleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan nomor 376/B.2/LL/2016 menyatakan bahwa ijazah tersebut tidak terdaftar.

"Oknum DPRD OI ini diterima di universitas tersebut pada semester ganjil tahun 2009 dengan nomor induk mahasiswa 2009218090 masih tetap terdaftar sebagai mahasiswa aktif. Karena sesuai pernyataan pengunduran dirinya sebagai mahasiswa tertera di Web Kemenristek Dikti forlap.ristekdikti.go.id tanggal 01 Agustus 2019. Sementara, ijazah kelulusannya dikeluarkan tahun 2012, itupun dengan nomor induk yang sama," katanya.

Perwakilan Humas Polda Sumsel Kompol Abu Dhani yang menemui massa mengungkapkan, akan meneruskan laporan dari masyarakat ke penyidik untuk ditindaklanjuti.

"Apakah oknum tersebut memang benar menggunakan ijazah palsu, nanti akan dibuktikan melalui penyelidikan. Sekarang, akan kami serahkan ke penyidik untuk dilakukan penyelidikan terlebih dahulu," katanya.

Editor: Tarso
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved