Berita OKU Selatan

Warga SU I Palembang Tewas Ditikam di OKU Selatan ketika Mengawas Pekerjaan Penggalian Drainase

Tersinggung karena tanam-tanaman dan pagar rumah dirusak akibat aktivitas pembangunan drainase, ES tikam mandor pekerjaan hingga tewas.

Warga SU I Palembang Tewas Ditikam di OKU Selatan  ketika Mengawas Pekerjaan Penggalian Drainase
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Pelaku ES saat dimintai keterangan di Mapolres OKU Selatan, Kamis (15/8/2019). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA--Tersinggung karena tanam-tanaman dan pagar rumah dirusak akibat aktivitas pembangunan drainase jalan, warga Desa Sukabumi Kecamatan Tigadihaji tikam mandor pekerjaan hingga tewas.

Peristiwa naas tersebut terjadi di Jalan Desa setempat,  pada Rabu (14/8/2019) sekita Pukul 19.00 WIB.

Pelaku penganiayaan yakni ES (29) warga Desa Sukabumi Kecamatan Tigadihaji OKU Selatan, sedangkan korban adalah AA (42) yang bekerja di Pembangunan Drainase merupakan warga Jalan KH Azhari Gang Pratama Kelurahan 10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang.

Pelaku ES berhasil diamankan petugas Gabungan Satreskrim Polres OKU Selatan bersama Polsek Buay Sandang Aji, di Mapolres OKU Selatan.

Kapolres OKU Selatan AKBP Deny Agung Andriana SIK, MH membenarkan peristiwa yang terjadi Rabu malam tersebut.

"Benar, Pelaku sudah diamankan di Mapolres OKU Selatan,"terang Deny, Kamis (15/8/2019).

Ditambahkan Kasatreskrim, AKP Kurniawi H Barmawi, SIK, penganiayaan yang mengakibatkan Korban meninggal dunia tersebut, diduga motif ketersinggungan tersangka terhadap korban.

"Sementara motif ketersinggungan, sebab pagar rumah dan tanaman palawija milik pelaku rusak akibat tertimbun karena aktivitas pekerjaan pembangunan drainase di Desa setempat "kata Kurniawi.

Ini Jadwal Sriwijaya FC Putaran Kedua Wilayah Barat Kompetisi Liga 2 2019

Cerita Lengkap Siswa-siswi Palangkaraya Temukan Obat Penyembuh Kanker hingga Menangi Juara Dunia

Pulang Nonton Orgen Tunggal, Warga Pemulutan Barat Ogan Ilir Tewas Dikeroyok Orang tak Dikenal

Kurniawi menjelaskan kronologis kejadian penganiayaan yang menimbulkan korban jiwa tersebut sempat menemui kedua pekerja yang merugikannya tersebut.

"Sebelumnya pelaku mendatangi pekerja yang merusak tanaman dan pagar, namun kedua pekerja mengatakan penanggung jawab pekerjaan adalah korban yang merupakan Mandor pekerjaan tersebut sehingga membuat pelaku tersinggung,"terang Kurniawi.

Kemudian Selanjutnya, ungkap dia, pelaku pulang dan kembali mendatangi kediaman korban di Mess Nindya Karya (NK) dan menanyakan pada pekerja terkait keberadaan korban, dengan membawa senjata tajam jenis pisau yang diselipkan di pinggang pelaku.

"Korban menanyakan pada salah seorang pekerja terkait keberadaan pelaku, kemudian tanpa basa-basi, pelaku mendekati langsung menusuk korban sebanyak 3 kali hingga korban terjatuh dilantai,"pungkasnya.

Korban sempat hendak dilarikan rekannya ke RSUD Muaradua, namun nyawa korban tidak dapat tertolong lagi tewas bersimbah darah.

Atas perbuatannya pelaku dijerat hukuman Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan Korban meninggal dunia.

Selain tersangka petugas juga mengamankan Barang Bukti (BB) senjata tajam jenis pisau badik dan satu lembar kaos berwarna biru berlumur darah yang dikenakan korban pada saat peristiwa kejadian.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved