Cerita Lengkap Siswa-siswi Palangkaraya Temukan Obat Penyembuh Kanker hingga Menangi Juara Dunia

Cerita Lengkap Siswa-siswi Palangkaraya Temukan Obat Penyembuh Kanker hingga Menangi Juara Dunia

Cerita Lengkap Siswa-siswi Palangkaraya Temukan Obat Penyembuh Kanker hingga Menangi Juara Dunia
kompastv.com/Youtube
Cerita Lengkap Siswa-siswi Palangkaraya Temukan Obat Penyembuh Kanker hingga Menangi Juara Dunia 

Cerita Lengkap Siswa-siswi Palangkaraya Temukan Obat Penyembuh Kanker hingga Menangi Juara Dunia

SRIPOKU.COM - Prestasi yang diraih oleh banyak pelajar di tanah air semakin hari semakin membanggakan saja. Bahkan hingga ke kancah dunia. Tak mengherankan jika penemuan mereka yang terbilang sangat menakjubkan yakni penemuan obat peneymbuh kanker.

Pasalnya, ketiga siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini meraih juara dunia atas penemuan obat penyembuh kanker dengan bahan baku alami berupa batang pohon tunggal atau dalam bahasa dayak disebut dengan bajakah.

Jagat maya sempat viral atas prestasi yang mereka peroleh. Dilansir dari iNews.id, Hasil penelitian mereka terpilih memperoleh medali emas sekaligus menjadi juara dunia dalam ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) 2019 di Soul, Korea Selatan, akhir Juli silam.

Nah, bagaimana cerita menarik selengkapnya dari mulai perjalanan keberhasilan ketiga pelajar tersebut hingga perkenalan dengan obat tradisional bajakah? Simak kisah selengkapnya dilansir Sripoku.com dari berbagai sumber.

Ketiga siswa dan siswi serta guru pembimbing yang membuat penelitian ramuan tradisonal akar bajakah untuk penyembuh kanker di Palangka Raya, Kalteng
Ketiga siswa dan siswi serta guru pembimbing yang membuat penelitian ramuan tradisonal akar bajakah untuk penyembuh kanker di Palangka Raya, Kalteng (iNews/Ade Sata)

Dikutip dari kompas.com, Guru pembimbing siswa yang merupakan guru biologi, Helita, mengatakan, keberhasilan ketiga siswa tersebut berawal dari informasi Yazid. Yazid mengatakan bahwa ada sebuah tumbuhan di hutan Kalimantan Tengah yang kerap digunakan keluarganya bisa menyembuhkan kanker, bahkan kanker ganas stadium empat sekalipun.

Di bawah bimbingan Helita, ketiga siswa itu memutuskan untuk memulai pembahasan awal yang lebih serius mengenai kayu bajakah tersebut.

Penelitian diawali dengan uji pendahuluan di laboratorium sekolah. Lalu penelitian dilanjutkan dengan uji sampel penelitian lanjutan, yang menggunakan dua ekor mencit atau tikus betina atau tikus kecil berwarna putih, yang sudah diinduksi atau disuntik zat pertumbuhan sel tumor atau kanker.

Foto Siswa dan Siswi Penemu Obat Tradisoinal Bajakah
Foto Siswa dan Siswi Penemu Obat Tradisoinal Bajakah (kompas.com)

Sel kanker berkembang di tubuh tikus dengan ciri banyaknya benjolan di tubuh, mulai dari ekor hingga bagian kepala. Mereka lalu memberikan dua penawar atau obat yang berbeda terhadap kedua tikus. Satu tikus diberi bawang dayak dalam bentuk cairan yang diminumkan ke tikus, sementara tikus laiin diberi air rebusan yang berasal dari kayu

"Setelah memasuki hari ke-50, mencit yang diberi air penawar dari bawang dayak mati, sementara mencit yang diberi cairan kayu bajakah tetap sehat, bahkan bisa berkembang biak,” ujar Helita, Senin (12/8/2019).

Halaman
123
Penulis: Tria Agustina
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved