Terbiasa dengan Aliran Listrik Singkat, Begini Kisah Masyarakat Sitaro Sulawesi Utara Sehari-hari

Terbiasa dengan Aliran Listrik Singkat, Begini Kisah Masyarakat Sitaro Sulawesi Utara Sehari-hari

Terbiasa dengan Aliran Listrik Singkat, Begini Kisah Masyarakat Sitaro Sulawesi Utara Sehari-hari
(Foto: Unsplash)
Ilustrasi Gambar 

Berbeda Dengan Kota Besar, Masyarakat Sitaro Sulawesi Utara Terbiasa Dengan Aliran Listrik Singkat

SRIPOKU.COM - Warga di Kepulauan Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro ( Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, hingga saat ini belum menikmati listrik 24 jam.

Belum hilang dalam ingatan kita, jika warga di daerah Jabodetabek mengeluh karena beberapa hari yang lalu mengalami pemadaman listrik secara masal, tepatnya  Minggu 4 Agustus 2019.

Berbeda dengan kota kota besar lainnya, masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro ( Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara sudah terbiasa menikmati aliran listrik yang bahkan tak sampai 12 jam mereka menikmatinya.

Calon Pengantin di Kabupaten OKU Timur Wajib Ikuti Tes Kesehatan

Gagal Dinikahi Gubernur Jambi, Pekerjaan Suami Ayu Dewi Akhirnya Terekspos, Punya Bisnis Ini!

Video: Jijik saat Cuci Piring di Toilet, Sikap Rosa Meldianti Dikecam

Dulu Jaya, Kondisi 5 Artis Zaman Dulu Ini Berubah Drastis, Ada yang Meninggal Dalam Kemiskinan!

 

Mengutip dari Kompas.com, Penduduk di Kepulauan Biaro ada sekitar 4.000 jiwa.

Ribuan warga yang ada di sana hanya menikmati listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tak sampai 12 jam sehari.

Kondisi seperti ini sudah berlangsung sejak lama mereka rasakan.

Bupati Sitaro Evangelian Sasingen hanya menjawab singkat saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (7/8/2019). "Cek langsung saja di sana," ujar Evangelian.

Ilustrasi Gambar
Ilustrasi Gambar ((Shutterstock))

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro Bob Wuaten mengakui bahwa warga di Biaro sampai saat ini belum pernah menikmati listrik 24 jam.

"Warga hanya menikmati listrik tidak sampai 12 jam. Misalnya, siang ini aliran listrik baru ada pukul 08.00-12.00 Wita. Kemudian, hidup lagi pada malam hari. Jadi, tidak sampai 12 jam, Maksimal itu, 6 jam siang dan 6 jam malam," kata Bob.

Halaman
12
Penulis: Chairul Nisyah
Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved