Berita Palembang

Lagi Naik Ojek Online dan Keluarkan Ponsel, WNA Asal China Ini Jadi Korban Aksi Jambret di Palembang

Lagi Naik Ojek Online dan Keluarkan Ponsel, WNA Asal China Jadi Korban Aksi Jambret di Palembang

Lagi Naik Ojek Online dan Keluarkan Ponsel, WNA Asal China Ini Jadi Korban Aksi Jambret di Palembang
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Yu Pei Jin (21), WNA asal China yang menjadi korban aksi jambret saat mendatangi pengaduan Polresta Palembang, guna melaporkan kejadian jambret yang dialaminya, Jumat (2/8/2019). 

Lagi Naik Ojek Online dan Keluarkan Ponsel, WNA Asal China Ini Jadi Korban Aksi Jambret di Palembang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Yu Pei Jin (21), warga Negara Asing (WNA) asal China ini, menjadi korban penjambretan saat hendak menuju Central Internasional Edukasi (Home Schooling) di Jalan Bangau, Kecamatan IT II, Palembang.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada Kamis (1/8/2018), dimana korban sedang menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun driver ojek online I(ojol) yang ditumpanginya tidak tahu lokasi Central Internasional Edukasi (Home Schooling).

Kemudian guru sukarela dari China ini menggeluarkan ponsel untuk melihat map, disaat itulah ponsel milik korban dirampas oleh orang tak dikenal mengendarai motor dari arah belakang.

"Ya pak satu dia (Korban) mengeluarkan ponsel ingin menunjukkan posisi sekolah kepada driver ojek tapi langsung dirampas oleh orang tak dikenal dari arah belakang menggunakan motor pak," ungkap Pelapor, Aprilia Al-Fahrunnisa (26) warga Jalan Sultan Mansyur, Lorong Lebak Keranji, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan IB I Palembang, Jumat (2/8/2019).

Kesal Uang Setoran Diminta Kembali, Kakak Adik di Palembang Ini Keroyok dan Bunuh Bos Parkir

Tiga Sekawan Ini di Palembang Pasrah Dikepung Unit Tekab 134, Ternyata Ini Kasus Kriminalnya!

UPDATE Bentrok Polisi Vs Warga di Empatlawang, Bupati Joncik Pastikan Kondisi Sudah Kondusif

Atas kejadian tersebut pelapor bersama korban lantas mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

"Selama tugas di central internasional edukasi, saya menjadi penanggung jawab dia, oleh karena itu saya melaporkan kejadian yang dialami korban ke SPKT Polresta Palembang," katanya.

Apalagi korban tidak bisa berbahasa Indonesia hanya bisa menggunakan bahasa China dan Inggris, sehingga menjadi kendala dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

"Atas kejadian ini pak, korban mengalami kerugian satu unit ponsel Oppo R15 yang ditaksir mencapai Rp 6,5 juta," ungkapnya.

Periksa Kehamilan, Berikut Jadwal Praktek Dokter Kandungan dan Kebidanan di RS RK Charitas Palembang

Pemkot Palembang Buka Lowongan P3K Dan CPNS 2019, Dibuka Oktober Mendatang, Berikut Syarat-syaratnya

10 Fakta Unik Tentang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Rahasia Naskah Proklamasi Terungkap!

Sementara, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit II SPKT Polresta Palembang, Ipda Juan Pahrul SH membenarkan adanya laporan terkait penjambretan.

"Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polresta Palembang, untuk pasalnya sendiri yakni 363 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun bila terbukti bersalah," ungkapnya.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved