Komplotan Begal Bercelurit Beraksi di Jakabaring

Kawanan begal jalanan kini semakin berani dan nekad. Dalam melancarkan aksinya, tidak pandang apakah di tempat ramai atau lokasi sepi, apakah pagi har

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kawanan begal jalanan kini semakin berani dan nekad. Dalam melancarkan aksinya, tidak pandang apakah di tempat ramai atau lokasi sepi, apakah pagi hari, siang atau malam, jika ada kesempatan langsung beraksi. Itulah yang dialami oleh dua kakak beradik yang masih berstatus pelajar, Aidil Ferdianata (14) dan Janu Hendrawan (16) menjadi keganasan kawanan begal yang berjumlah belasan orang berpakaian serba hitam pakai tutup muka dan menghunus celurit.

Lebaran di Palembang, Warga Asal Lampung Ini Jadi Korban Aksi Kawanan Begal di Talang Jambe

Komplotan Begal di Palembang Ini Pakai Modus Menuduh Korbannya Keroyok Adik Salah Satu Pelaku Begal

Peristiwa begal yang dialami oleh kakak beradik itu terjadi di kawasan Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring Palembang tidak berapa jauh dari Kantor Kejaksaan Tinggi, Sabtu (13/07) sekitar pukul 17.30. Saat itu kedua korban yang tinggal di Lorong Wijaya Kelurahan Kemang Agung, Kertapati Palembang itu, dicegat oleh belasan pelaku berpakaian serba hitam dan mengenakan penutup wajah menyerupai masker. Aidil dan Janu saat itu hendak melintas di Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Z BG 5742 ABM. Tiba-tiba belasan pelaku berpakaian serba hitam dan mengenakan penutup muka menghadang laju sepeda motor korban.

Saat motor korban berhenti, salah seorang pelaku diduga ketua rombongan mengeluarkan senjata tajam jenis celurit. Melihat hal itu, kedua korban ketakuan dan lari menyelamatkan diri dengan meninggalkan sepeda motornya di tempat kejadian perkara (TKP). “Kami takut dibacok celurit, oleh karena itulah kami berhenti dan lari ke kantor Kejati. Kami ditolong oleh Satpam. Motor kami dibawa kabur oleh pelaku,” kata kedua korban yang baru melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (18/7). Atas kejadian itu korban kehilangan motor Yamaha Mio Z warna hitam BG 5742 ABM ditaksir seharga Rp 24 juta.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT, AKP Heri membenarkan telah menerima laporan terkait pencurian dengan kekerasan (Curas) R2 (sepeda motor). “Laporan korban segera ditindaklanjuti oleh Reksrim," kata Heri. (diw)

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved