Mendidik Anak Dengan Cinta
Para orangtua biasanya telah mempersiapkan jauh hari berbagai kebutuhan yang diperlukan bagi anak-anak mereka.
Mendidik Anak Dengan Cinta
Oleh : Fatti Rina Hariani, S.Pd.
Guru Pendidikan Agama Islam di SMP 22 Palembang
Bulan Juni-Juli selalu identik dengan bulan awal masuk sekolah.
Para orangtua biasanya telah mempersiapkan sejak jauh hari berbagai kebutuhan yang diperlukan bagi anak-anak mereka.
Mulai dari sepatu, pakaian, tas, buku-buku berikut peralatan tulis dan lain sebagainya.
Semua disiapkan untuk menyongsong dimulainya tahun ajaran baru di sekolah anak-anaknya masing-masing.
Demikian, semangat mendidik anak bagi para orangtua antara lain diwujudkan dalam bentuk melengkapi semua kebutuhan yang diperlukan anak.
Setelah libur panjang, biasanya semangat dan gairah pendidikan begitu tampak, tidak hanya bagi para orangtua, tapi juga para guru dan anak-anak didiknya.
Bila dikembalikan pada hakikat pendidikan, tugas pendidikan tentu bukan hanya terbebankan pada para guru di sekolah, namun juga yang lebih penting adalah tugas dan tanggungjawab setiap orangtua.
Tugas orangtua dalam hal ini tentu tidak hanya dalam bentuk melengkapi berbagai kebutuhan pendidikan anaknya di sekolah. Lebih penting dari itu adalah menjadi pelaku bagi pendidikan itu sendiri, khususnya yang berkaitan dengan moral dan akhlak al-karimah anak-anaknya.
Sangat tepat apa yang dikemukakan oleh Nabi SAW. bahwa "al-ummahat madrasat al-ula" (Para ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya).
Dengan demikian terjadi sinergisitas pendidikan sekolah dan pendidikan rumah.
Ada catatan penting bagi mereka yang terlibat dalam dunia pendidikan anak -khususnya bagi para orangtua, dan sangat berperan bagi keberhasilan proses pendidikan itu sendiri, yakni ruh dan pola yang digunakan.
Dalam konteks ini, Islam mengajarkan bahwa semangat mendidik itu harus berangkat dari cinta dan dilakukan dengan cinta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/fatti.jpg)