Mendidik Anak Dengan Cinta

Para orangtua biasanya telah mempersiapkan jauh hari berbagai kebutuhan yang diperlukan bagi anak-anak mereka.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Fatti Rina Hariani, S.Pd. 

Memang ternyata cinta dan kelembutan dalam Islam dinilai memiliki kekuatan luar biasa dan berbeda terbalik dengan kekerasan atau kemarahan.

Cinta dan kelembutan merupakan kekuatan yang nyaris tanpa batas.

Seperti halnya air, meski tampak lembut dan tak tampak memiliki kekuatan, rupanya air mampu menghayutkan, memadamkan, bahkan mendobrak dan menenggelamkan.

Begitu pula dengan hati, manusia, sekeras dan sekasar apapun akan luluh saat berhadapan dengan cinta dan kelembutan.

Islam sejak dini telah mengajarkan pola pendidikan anak yang penuh cinta dan kelembutan.

Pada saat yang sama, Islam juga menolak semua bentuk kekerasan dalam membangun jiwa dan kepribadian anak. Karena kekerasan akan menyisakan luka di dalam jiwa dan sangat sulit dihilangkan.

Suatu ketika, saat Nabi SAW menggendong seorang anak kecil, tiba-tiba ia pipis dan membasahi pakaian beliau.

Sang ibu segera mengambil anak itu dengan gerakan yang sedikit kasar.

Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda : "Wahai ibu, kotoran di pakaian ini akan bersih dengan hanya memercikkan sedikit air. Tapi luka di hati anakmu, akan membekas dalam hati dan jiwanya hingga ia dewasa".

Prinsip ajaran cinta kasih dalam mendidik ini antara lain juga diungkapkan dalam Al Qur'an : "Maka karena kasih sayang dari Allah, engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka. Andai engkau bersikap kasar dan berkeras hati, niscaya mereka akan menjauh dari sisimu" (Qs. Ali Imran : 159).

Petikan ayat dan hadits di atas cukuplah menjadi dasar mengapa proses pendidikan itu harus berlangsung dengan penuh cinta dan kelembutan.

Sebab, cinta dan kelembutan bersifat mendekatkan, sedang kekerasan justru akan semakin menjauhkan.

Mendidik anak dengan penuh cinta dimulai sejak dini, bahkan sejak masih dalam kandungan.

Wujud kecintaan itu antara lain menjaga kehamilan dengan sebaik mungkin; mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal, baik dan bergizi; memelihara lidah, telinga dan mata; juga memperbanyak shalat-shalat sunnah, bacaan Al Qur'an, shalawat, zikir dan berdo’a.

Pendidikan Islam mengajarkan kepada para ibu untuk membangun komunikasi dengan anak sejak masih dalam kandungan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved