Ramadhan

Pasca Ramadhan 2019

Alhamdulillah, setelah menjalani pendidikan dan pelatihan selama Ramadhan maka target puasa men­jadikan manusia bertaqwa tercapai.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Drs. H. Syarifuddin Ya'cub MHI 

Untuk mendapatkan pahala yang lebih sempurna di dalam shalat berjama'ah adalah mengikuti imam sejak dari takbiratul ihram, sebagaimana Rasulullah SAW menyatakan yang artinya "Siapa saja yang melakukan shalat selama empat puluh hari secara berjama'ah dan mendapatkan takbiratul ihram, maka akan dicatat untuknya dua jaminan keselamatan; ke­selamatan dari api nerakan dan jaminan dari kemunafikan."(HR.at-Tirmidzi)

Sikap istiqamah adalah sikap yang konsisten dalam beribadah, baik ibadah mahdloh maupun ibadah umumiyah.

Rahasia kebahagiaan hidup seseorang itu pada hakikatnya bukanlah terletak pada nilai wujud materi yang berlimpah, tetapi sesungguhnya pada nilai-nilai rohaninya yang ter­sembunyi dan memantul keluar dalam ibadah dan akhlaknya yang luhur.

Ibadah adalah per­sembahan pribadi kepada Al-Khalik yang menciptakan dirinya dan alam semesta, Tuhanlah tempat dia mengabdikan hidupnya selama roh masih bertaut dalam

tubuhnya. Ibadah itu adalah merupakan gizi rohani yang bermutu tinggi, yang jika tanpa ibadah itu, rohani manusia akan menjerit kelaparan karena kekurangan sesuatu yang sangat vital dan di­perlukannya dalam hidup ini.

Demikianlah apabila seseorang yang selalu setia dan istiqomah dalam ibadahnya, dia akan memiliki rohani yang sehat dan segar-bugar dan selalu hidup dalam si­nar kebahagiaan.

Sedang akhlak adalah merupakan pancaran dalam bentuk tingkah laku ma­nusia yang memancar keluar dari dirinya menurut nilai dan kadar ibadah yang dilakukannya itu pula.

Demikianlah ibadah dan akhlak itu mempunyai hubungan korelasi timbal-balik di mana yang satu saling memberi warna kepada yang lain.

Begitulah ibadah manusia itu akan memberi warna kepada akhlaknya, sedang sebaliknya, akhlaknya akan memberi warna pula

kepada ibadahnya. Jangan biarkan orang lain yang tidak memahami Islam, secara sporadis mengatur ummat Islam tanpa memperhatikan kepentingan dan asfirasi ummat.

Untuk itu diper­lu­kan perjuangan ummat Islam secara bersungguh-sungguh turut berkifrah di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ini secara konstitusional baik pada lembaga Legislatif, eksekutif dan Yudikatif.

Semoga Allah SWT mencurahkan rachmatNya kepada ummat Islam dan mem­berikan kekuatan lahir dan bathin, barokallahu lanaa. Aamiin.

Sumber:
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved