Ramadhan
Pasca Ramadhan 2019
Alhamdulillah, setelah menjalani pendidikan dan pelatihan selama Ramadhan maka target puasa menjadikan manusia bertaqwa tercapai.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: "Barang siapa shalat pada malam hari dengan seratus ayat dari Al Quran, dia tidak dicatat sebagai orang-orang yang lalai. Dan barang siapa yang melakukan shalat pada malam hari dengan duaratus ayat dari Al Quran, dia akan dicatat sebagai orang-orang yang taat dan ikhlas hati (istiqomah)."(H.R.al-Hakim)
Bahkan menurut Rasulullah SAW dari Umar bin Khattab ra beliau bersabd yang atinya: Dari Umar bin Khattab ra. Dari Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang shalat Malam dan membaguskan shalatnya, maka Allah SWT memuliakannya dengan Sembilan macam, lima di dunia dan empat di akhirat; Adapun yang lima di dunia; Allah SWT menjaganya dari sesuatu yang membahayakannya, tampak pada wajahnya cahaya keta'atan, dia dicintai oleh hamba Allah swt. yang shaleh, Allah anugerahkan pada kata-katanya mengandung hikmah, Allah anugerahkan kepadanya pemahaman agama dengan bijaksana. Dan empat di akhirat; dibangkitkan dari kuburnya berwajah putih bersih, dimudahkan hisab, melintasi Sirath cepat seperti kilat, dan menerima kitabnya dengan tangan kanan pada hari kiamat". (HR.An-Naashihin.)
Kedua, Kaum yang berbaris rapat dalam shalat berjamaah. Shalat berjam'ah diapresiasi Allah SWT setara dengan Jihad fi sabilillah.
Bahkan jika pada masa perang jihad, mereka yang tidak turut berperang tanpa uzur syar'i, maka dia menjadi golongan orang-orang munafiq, begitu juga siapa yang berat tanpa uzur syari'I mengikuti shalat Isya' dan Subuh berjama'ah, maka dia termasuk kelompok orang-orang munafiq, begitu menurut Rasulullah SAW.
Begitu tinggi keutamaan shalat berjamaah di masjid, disamping kelebihan nilainya 27 derajat dibandingkan dengan shalat sendirian, juga setiap langkah menuju masjid dihitung kebaikan,
menghapuskan kejelekan dan terhindar dari kemunafikan.
Orang yang sering berjalan ke masjid pada saat gelap, nanti pada hari kiamat dia akan memperoleh cahaya yang terang benderang.
Memang shalat berjamah yang berat dirasakan oleh orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh.
Padahal keutamaanya seperti dikemukakan dalam hadits yang diriwayatkan oleh semua imam hadits kecuali Bukhari dan at-Tirmidzi yang artinya "Siapa yang melaksanakan Shalat Isya dengan berjamaah, maka dia sama saja telah mendirikan (shalat) setengah malam. Sedangkan siapa yang yang melaksanakan Shalat Subuh dengan berjamaah juga, maka (dengan keduanya) sama saja dia telah mendirikan (shalat) seluruh malam." (HR. Semua imam hadits, kecuali Bukhari dan at-Tirmidzi)
Shalat berjamaah di masjid ini diutamakan bagi laki-laki, adapun kaum wanita menurut mazhab Syafi'i di dalam kitab Mughnil Muhtaaj, Vol.1, hlm.220; dibolehkan atas izin suami dan tidak memakai parfum, meskipun rumah tetap lebih baik bagi mereka.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW yang artinya: "Janganlah kalian melarang kaum wanita untuk keluar ke masjid, meskipun rumah mereka lebih baik untuk mereka." Dalam teks lain berbunyi: "Jika para istri kalian meminta izin untuk keluar ke masjid di malam hari, maka berilah mereka izin." (HR.Semua imam hadits kecuali Ibnu Majah).
Ada pula hadits dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Janganlah kalian melarang para wanita Allah ke masjid Allah, dan hendaknya mereka keluar tanpa memakai parfum." (HR.Ahmad dan Abu Dawud)
Begitu tinggi nilai shalat berjamaah, apabila secara berkesinambungan, rutine maka Allah membebaskan mereka dari azab Neraka dan bebas dari sifat munafik.
Keutamaan shalat berjama'ah di masjid juga untuk memupuk sikap kebersamaan, saling menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama komunitas jama'ah dan untuk menghindari kemurkaan Allah SWT sebagaimana Hadits qudsi yang sampaikan Rsulullah SAW yang artinya: "Sesungguhnya Allah SWT berfirman, Sesungguhnya Aku benar-benar akan menimpakan azabKu kepada penduduk bumi, tetapi apabila Aku memandang kepada orang-orang yang meramaikan rumaKu (masjid) dan orang-orang yang saling menyayangi demi karena Aku, serta orang-orang yang mohon ampun di waktu sahur (shalat Tahajjud), maka Aku kesampingkan azabKu dari mereka". (HR.Al-Bayhaqy)
Hamba Allah yang konsisten dalam melaksanakan ibadah shalat berjamahnya di awal waktu dinamakan Al-Mudrik. Al-Mudrik tidak ada permasalahan karena mengikuti imam sejak awal Takbiratul ihram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/yacub1.jpg)