DPRD Minta Stop Izin Baru Minimarket

DPRD Kota Pagaralam meminta Walikota dan aparaturnya untuk lagi menerbitkan izin baru minimarket modern atau Toko Serba Ada (Toserba), yang saat ini s

SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ilustrasi - Nampak seorang warga memperhatikan SKM di sebuah minimarket 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam meminta Walikota dan aparaturnya untuk lagi menerbitkan izin baru minimarket modern atau Toko Serba Ada (Toserba), yang saat ini sudah mulai menjamur. Keberadan bisnis waralaba ini secara tidak langsung dapat memiskinkan masyarakat Pagaralam karena beberapa usaha kecil (warung) milik warga yang bermodal terbatas terancam tutup, bahkan sudah ada yang bubar.

Begini Cara Beli Tiket Kereta Api di Indomaret atau Alfamart dari Kasir atau LCD di Minimarket

ICMI Akan Buka Minimarket Umat di Muaraenim

Pemintaan itu disuarakan Komisi II DPRD Kota Pagaralam setelah melihat fakta yang terjadi di lapangan. Bahkan, Komisi II optimis, Pemkot Pagaralam tidak ingin melihat rakyatnya miskin karena usaha rakyat tergerus dan tersingkit karena derasnya gempuran minimarket modern, yang tak mengenal jarak dan batas sehingga usaha warung tersingkirkan.

"Situasinya sudah parah. Mereka membangun minimarket modern tidak jauh dari warung-warung kecil milik warga. Akibatnya banyak usaha warung warga yang kalah bersaing," kata Ketua Komisi II DPRD Kota Pagaralam Juliansi, Jumat (28/6).

Menurutnya, perlahan namun pasti, terjadi migrasi pembeli dari yang awalnya ke warung, kini pembeli beralih ke berbelanja di minimarket modern yang lengkap dan nyaman karena ruangnya ber-AC. "Fakta Ini dapat kita lihat dari keberadaan Toserba-toserba ini yang saling berdekatan atau dalam radius yang tidak terlalu jauh satu sama lain sehingga warung-warung kecil milik warga di lokasi yang sama menjadi sepi pembeli," ujarnya.

Dikatakan Juliansi, setiap kali melakukan kunjungan kerja, banyak aspirasi dari masyarakat yang berharap anggota dewan mengingatkan pemerintah, khususnya instansi yang memindangi perizinan, untuk menghentikan pemberian izin usaha kepada minimarket modern. Pasalnya, warung-warung milik masyarakat sepi pembeli sehingga mereka merugi, yang berakhir dengan tutup usaha.

Mendapati keluhan ini, ungkap Juliandi, anggota Komisi II melakukan pembahasan, diskusi serta mengevaluasi mengenai keberadaan Toserba-toserba. Setelah melakukan pembahasan, anggota dewan berkesimpulan perlu mengeluarkan rekomendasi kepada Walikota Pagaralam untuk menghentikan mengeluarkan izin baru Toserba-toserba tersebut.

"Dari hasil wawancara dengan warga dan survei langsung ke lapangan, kami berdiskusi dan sampai pada kesimpulannya bahwa perlu mengeluarkan rekomendasi kepada Walikota supaya menstop keluarnya izin baru Toserba melalui Dinas Perizinan maupun Dinas Perdagangan, supaya warung-warung kecil milik warga kita tidak sampai kehilangan pembeli," tegasnya. (one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved