Beredar Daftar Kloter Melalui WA; 2.858 Calon Jamaah Haji Palembang Ikuti Manasik Haji Massal
Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel hingga kemarin, Senin (17/6) belum mengumumkan secara resmi daftar Kloter Embarkasi Haji Palembang. Namun di
Penulis: Husin | Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel hingga kemarin, Senin (17/6) belum mengumumkan secara resmi daftar Kloter Embarkasi Haji Palembang. Namun di kalangan calon jemaah haji (Calhaj) sejak dua hari terakhir ini, sepertinya sudah menerima draf daftar Kloter melalui WhatsApp (WA) dalam bentuk program excel yang difoto melalui camere handphone (Hp). Calon jemaah haji mendesak, Kementerian Agama agar secepatnya mengumumkan daftar Kloter secara resmi karena terkait untuk pengajuan cuti kerja ke instansi masing-masing.
• Calon Jamaah Haji Asal Kabupaten PALI Dipastikan Masuk Asrama Haji Pada Bulan Juli 2019
• Calon Jamaah Haji Embarkasi Palembang Berangkat Perdana 4 Agustus
Beberapa pejabat di lingkungan Kemenag Kota Palembang dan Kanwil Kemenag Sumsel mengakui belum ada rilis resmi daftar Kloter karena belum ditandatangani oleh Kakanwil Kemenag Sumsel. Terkait draf Kloter yang beredar di WA, sebagian mengaku tidak mengetahui dan belum final. "Belum ada, masih belum final. Nanti akan diumumkan Kementerian Agama, begitu sudah ditandatangani Pak Kakanwil," kata Salim, staf di Seksi Haji Kemenag Palembang saat ditanya soal Daftar Kloter Embarkasi Haji Palembang.
Sementara beberapa calon jemaah haji berharap Kanwil Kemenag Sumsel secepatnya mengeluarkan daftar Kloter sehingga bagi yang masih aktif bekerja baik di lingkungan pemerintah, BUMN maupun swasta dapat mengajukan cuti. "Buuth waktu untuk mengurus cuti. Sementara waktu keberangkatan sudah dekat, yakni ini 7 Juli 2019 ini. Kami sendiri tidak tahu kapan berangkat, tetapi desas-desus jemaah haji lain mengaku sudah dapat Kloternya. Tapi mereka masih ragu juga," kata Suganda (50, warga Plaju.
Alasan serupa diungkapkan Rahmat (49). Bahkan menurutnya, selain mengajuan curti kerja, dirinya dan keluarga perlu persiapan, termasuk acara walimah dengan warga sekitar rumah. "Sekarang ini musim orang menikahkan anak. Pesan tenda sudah sulit. Jika jadwal Kloter sudah diketahui, pastinya bisa direncanakan apa yang harus dilakukan," katanya.
Sementara di Madjid Agung kemarin, setidaknya 2.858 calon jamaah haji (CJH) Kota Palembang mengikuti kegiatan manasik haji massal, yang dihadiri Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi, Bahkan secara langsung, mantan Kemenag Kota Palembang ini menyapa jemaah dan memberikan pembekalan.
Dikatakan, pemerintah berupaya melakukan inovasi-inovasi baru memberikan pelayanan kepada jamaah. Untuk tahun 2019, setidaknya ada delapan inovasi yang dilakukan yaitu, pemberlakukan fast track imigrasi di semua embarkasi, penyewaan full musim untuk hotel di madinah, pemetaan kualifikasi dan komposisi petugas pada Satgas Arafah dan Mina, penomoran tenda penambahan urinoir dan AC di tenda Arafah, pelaporan petugas dilakukan secara elektronik dan terpadu dengan Siskohat, penyederhanaan panduan manasik haji, integrasi data kesehatan dengan Siskohat, serta pembentukan layanan terpadu di Daker Mekkah.
“Inovasi-inovasi ini makin menyempurnakan inovasi yang dilakukan pada 2018 lalu berupa percepatan keimigrasian, QR Code pada gelang jamaah, sewa akomodasi satu musim penuh, bumbu masakan Indonesia, penambahan katering mekkah, tanda paspor dan koper, pengalihan porsi waris, visa print kertas, konsultan ibadah, dan membentuk tim pertolongan pertama pada jamaah haji (P3JH). Tujuan dari inovasi-inovasi ini adalah memberikan kenyamanan maksimal bagi para jamaah sehingga bisa menjalankan rangkaian ibadah haji dengan baik dan sesuai tuntunan agama dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabru,” beber Fajri.
Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang H. Deni Priansyah dalam laporannya menjelaskan, bimbingan manasik haji tingkat Kantor Kemenag Kota Palembang dilaksanakan dua kali di Masjid Agung Palembang, tepatnya pada 17 Juni dan 26 Juni 2019 mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Selain bimbingan manasik haji ini, juga akan dilaksanakan bimbingan manasik di 16 Kecamatan Wilayah Kota Palembang di masjid-masjid yang ditentukan. “Untuk bimbingan di tingkat kecamatan, akan dilaksanakan serentak mulai besok 18 Juni sampai 25 Juni, pukul 08.00 sampai 12.00,” jelas Deni.
Menurut Deni, peserta manasik haji ini adalah seluruh calon jemaah haji Kota Palembang yang tersebar di 16 kecamatan dengan total jumlah 2.858 orang. Rinciannya, sebanyak 1.397 jamaah haji berjenis kelamin laki-laki dan 1.461 jamaah haji perempuan. Untuk jamaah haji tertua tercatat atas nama Tukinem Karto Rejo dengan usia 95 tahun, sedangkan jamaah haji termuda adalah Asmida Putri Pratiwi dengan usia 18 tahun. (sin)
===
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/manasik-haji-alfajri-zabidi.jpg)