Tertipu Sama Penampilan Suami Siri

Baru dua bulan menikah secara siri, Desi (36) menyadari kalau dirinya tertipu habis dengan sosok suaminya. Ternyata sang suami berinisial RF (36) memb

Tertipu Sama Penampilan Suami Siri
SRIPOKU.COM/Andi Wijaya
KORBAN KEKERASAN -- Desi korban KDRT melapor ke polisi atas perlakukan kasar suami siri yang baru menikahinya dua bulan lalu. 

PALEMBANG - Baru dua bulan menikah secara siri, Desi (36) menyadari kalau dirinya tertipu habis dengan sosok suaminya. Ternyata sang suami berinisial RF (36) membuka topengnya dan menunjukan karakter aslinya.

Alhasil, warga Jalan TPA, Sukawinatan Palembang ini menjadi korban penganiayaan yang dilakukan suami sirihnya.

Ia tak menyangka kalau RF begitu kasar dan kejam bahkan berniat berusaha untuk membunuhnya dengan cera menabrakan sepeda motor yang dikemudikan hingga korban terpental dan masuk ke dalam parit.

Wajah Ibu Rumah Tangga Ini Luka Lembam, Dipukul Suami Sirinya Karena Minta Uang Rp 200 ribu

Lambat Ambilkan Handuk, Yusna Dianiaya Suami Sirinya

"Jujur pak, kami baru sekitar dua bulan menikah siri. Setelah kami menikah, dia (Suami saya-red) sering berlaku kasar dan memukul saya. Terakhir saya dianiaya dan ditabraknya pakai motor sampai saya masuk parit, dan kaki saya keseleo," ujarnya korban Desi usai mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polresta Palembang, Minggu (9/6).

Desi tidak menyangka RF memiliki sipat sekasar itu kepada wanita, terlebih kepada dirinya sebagai seorang istri. Karena sering mengalami perlakukan kasar dari sang suaminya, ibu rumah tangga beranak tiga ini mengaku sudah tidak tahan dan ingin pisah dengan suaminya itu, kalau usia pernikahannya baru berusia dua bulan. Lebih mengejutkan lagi, saat dirinya minta pisah, pelaku RF minta kembali emas kawin yang diberikannya saat akad nikah. Bahkan, lebih tak masuk akal lagi, RF menuntut uang nafkah yang sudah diberikan selama dua bulan, minta dikembalikan lagi. "Saya merasa terancam, saya minta pisah, tapi dia minta dikembalikan emas kawin dan biaya hidup selama menikah dengan saya. Padahal, dia juga ikut makan," katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui Kanit SPKT Polresta Palembang, Ipda Juan mengatakan, laporan terlapor belum diterima karena tidak cukup berkas. "Jadi hanya kita fasilitasi untuk konsultasi, dan disarankan menyelesaikan permasalahannya secara kekeluargaan. Jika suaminya masih memgulangi perbuatannya, maka baru lapor ke Polresta," katanya. (diw)

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved