Lapor Mang Sripo

Cemaskan Pengawet Tahu

Kami masih mencemaskan bahan pengawet yang digunakan pada pembuatan tahu. Padahal, di bulan puasa seperti sekarang, tahu termasuk komoditi yang banyak

Cemaskan Pengawet Tahu
Sriwijaya Post edisi cetak
Cemaskan Pengawet Tahu. 

SRIPOKU.COM Kepada BPOM Palembang, kami masih mencemaskan bahan pengawet yang digunakan pada pembuatan tahu. Padahal, di bulan puasa seperti sekarang, tahu termasuk komoditi yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Yang herannya, tahu yang dijual di pasaran itu kok bisa awet berhari-hari. Andai kata memang menggunakan pengawet, kami mengharapkan, pengawetnya sudah sesuai dengan arahan BPOM Palembang.

Hindari Bahan Pengawet, Pemda Lahat Anjurkan Jual Makanan Tradisional

Produk Kami Bebas Pengawet dan Pakai Pewarna Alami

Sebab itu, tolong lakukan pegnawasan kepada sejumlah pedagang tahu sehingga masyarakat tidak cemas terhadap bahan-bahan yang digunakan. Maklum, sudah sangat sering yang namanya tahu menggunakan bahan pengawet yang sebenarnya dilarang untuk dikonsumsi masyarakat.
0813686441xx

Ribuan tahu berformalin hasil penggerebekan yang dilakukan BPOM dan Kepolisian dimusnahkan dan dibuang di TPA Sukawinatan Palembang, Kamis (24/5/2018).
Ilustrasi - Ribuan tahu berformalin hasil penggerebekan yang dilakukan BPOM dan Kepolisian dimusnahkan dan dibuang di TPA Sukawinatan Palembang, Kamis (24/5/2018). (SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA)

Jawaban
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Palembang bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kembali menemukan makanan mengandung formalin di salah satu pasar beduk di Palembang. BPOM menarik semua makanan yang mengandung formalin dari pasaran.

Dari kami sendiri sebenarnya ada pengawet yang kita tawarkan, namanya Palata (Pengawet Alami Tahu). Palata ini berasal dari serak pisang. Namun butuh keahlian khusus dalam membuat palata ini. Karena jika tidak maka akan membuat aroma tahu jadi asam.

Kita sudah menawarkan kepada produsen tahu untuk mulai menggunakan palata supaya tak lagi menggunakan formalin untuk mengawetkan tahu. Kita sudah mencari relawan untuk mengajarkan pembuatan palata, namun hingga saat ini tak ada yang mau.

Sementara pada sidak beberapa hari yang lalu, ada 11 sampel makanan yang diambil dan empat makanan mengandung formalin. Selain tahu, ada juga rujak mie dimana mie positif terdapat formalin.

Kami bersama Pemkot Palembang telah melakukan penelusuran, dimana 10 produsen tahu dan formalin sudah masuk dalam daftar BBPOM dan kini prosesnya sudah di Kejaksaan. Kita akan tetap melakukan penelusuran lagi, karena pemakaian zat pengawet ini sangat berbahaya. (axl)

Hardaningsi
Kepala BPOM di Palembang

Keterangan:
Jika Anda ingin menyampaikan keluhan, kritik dan saran tentang pelayanan publik, silahkan mengirimkan ke: SMS: 0811710188, Fax: 0711-447071, E-mail: sriwijayapost@yahoo.com, Facebook: Sriwijaya Post

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved