SriwijayaPost/

Hindari Bahan Pengawet, Pemda Lahat Anjurkan Jual Makanan Tradisional

Di sisi lain, Aswari juga menghimbau agar instansi terkait untuk terus proaktif dan memperketat pengawasan terhadap makanan yang beredar.

Hindari Bahan Pengawet, Pemda Lahat Anjurkan  Jual Makanan Tradisional
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva'i, SE saat serah terima Pasar Baru Desa di Desa Gunung Agung Kecamatan Merapi Barat. 

 

SRIPOKU.COM, LAHAT --- Sejumlah kasus keracunan akibat mengkonsumsi makanan berbahan pengawet berbahaya yang pernah terjadi, tampaknya menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat.

Bupati Lahat, H. Aswari Riva'i mengingatkan agar para pedagang makanan untuk tidak sekali-kali mencampur makanan yang dijajakan dengan bahan pengawet.

"Sebab ini berbahaya. Sudah sering terjadi beberapa kasus keracunan akibat mengandung bahan pengawet, seperti formalin," kata Aswari mengingatkan para pedagang, disela-sela acara serah terima Pasar Baru Desa di Desa Gunung Agung Kecamatan Merapi Barat Sabtu (18/3/2017).

Di sisi lain, Aswari juga menghimbau agar instansi terkait untuk terus proaktif dan memperketat pengawasan terhadap makanan yang beredar.

Bahkan, Ia menyarankan agar para pedagang makanan menjual aneka makanan khas tradisional, seperti kue semprong, yang dalam istilah daerah Lahat dikenal dengan nama "Juada Gulung".

Sebab, lanjutnya, makanan-makanan khas tradisional ini lebih higienis dan sterill dari kandungan bahan pengawet.

"Disamping itu juga, dengan menjajakan aneka makanan tradisional, kita juga sembari memperkenalkan makanan khas daerah kita," imbuhnya.

Sekedar mengingatkan pada Agustus 2016, puluhan warga Kecamatan Jarai pada Juni 2016 dan belasan pelajar SDN 08 Desa Tanjung Payang Kecamatan Kota Lahat mengalami musibah keracunan makanan. (*)

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help