Pemilu 2019

Caleg PBB Dapil IV Kabupaten Lahat Menduga Terjadi Penggelembungan Suara, Minta Hitung Ulang

DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Lahat, meminta KPU Lahat, membuka kotak suara dan menghitung ulang surat suara Calon Legislatif.

Caleg PBB Dapil IV Kabupaten Lahat Menduga Terjadi Penggelembungan Suara, Minta Hitung Ulang
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
DPW PBB Sumsel, DPC PBB Lahat saat menyampaikan permohonan ke Panwaslu Lahat. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Lahat, meminta KPU Lahat, membuka kotak suara dan menghitung ulang surat suara Calon Legislatif (Caleg) DPRD Lahat, Dapil 4 meliputi TPS yang ada di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat.

Pasalnya, partai besutan Yusril Ihza Mahendra, ini menduga telah terjadi kecurangan lantaran diduga terjadi pengelembungan suara yang merugikan Caleg PBB di Dapil setempat.

"Ya hari ini kita menyampaikan permohonan kepada panwaslu Lahat, agar memberikan rekomendasi ke KPU Lahat, untuk dapat membuka Kotak Suara dan melakukan penghitungan ulang khususnya untuk kotak suara di dua kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Pumu, "ungkap Ketua DPW PBB Sumsel, Armansyah didampingi Ketua DPC PBB Annisa Maryani, dan Caleg PBB Dapil 4, Wanhar Husien, usai menyampaikan permohonan di Panwaslu Lahat, Selasa (30/4).

Dilanjutkan Wanhar, pihaknya menduga ada partai tertentu yang melakukan pengelembungan suara dengan memanfaatkan petugas pemilihan.

Menurut Wanhar, pihaknya menduga kecurangan tersebut hampir terjadi di semua TPS di dua kecamatan tersebut.

KPU Ogan Komering Ilir Baru Terima 7.752 Kotak Suara dari 14 Kecamatan

Baznas Muaraenim Gelar Pembinaan Ibadah Bagi Mualaf dan Wirausaha Kecil Menengah

Diwarnai Salah Antar Kotak Suara, KPU Palembang Selesaikan Rapat Pleno Rekapitulasi Pilpres 2019

Di beberapa TPS ada suara 100 persen padahal warga ada yang tidak memilih. Ada juga perolehan partai jumlahnya sama. Kita juga mendapati perbedaan hasil C1 partai yang tidak sama. Pihaknya juga kata Wanhar, menemukan adanya C1 yang berhologram kosong tapi sudah ada tanda tangan.

"Bukti bukti atas dugaan kita lengkap. Baik foto video dan saksi. Untuk itu kami mohon laporan kami ditindaklanjuti,"Tegasnya.

Ditambahkannya, jika KPU membuka dan menghitung ulang sesuai tuntutan pihaknya siap menerima.

"Kami hanya ingin transparan dan keadilan dan tidak mencedrai demokrasi. Kami akan terus berjuang hingga kami menemukan jawaban atas keberatan kami hingga ketingkat paling tinggi, "tambahnya. Cr22 

===

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved