Debat Capres

Menonton Debat Capres

Debat calon presiden sebagai tradisi modern berkampanye yang menyodorkan intelektualitas sebagai sandaran berkomunikasi argumentatatif

Editor: Salman Rasyidin
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Rektor Unitas Palembang, Ki Drs. H. Joko Siswanto, M.Si. 

Itulah debat capres sebagai bentuk kampanye yang penuh dengan aturan karena dianggap sebagai bentuk kampanye politik yang menjunjung tinggi keadaban dan harus bisa mencerminkan tradisi modern keintelektualitasan (berbasis data dan logika) yang penuh dengan kesantunan dalam upaya mempengaruhi pemilih/penonton.

Pasangan Capres-Cawapres yang akan dipilih pada Pilpres 17 April 2019 mendatang.
Pasangan Capres-Cawapres yang akan dipilih pada Pilpres 17 April 2019 mendatang. (istimewa)

Dengan gambaran demikian diharapkan debat capres bisa sebagai simbol kemajuan dalam membangun kualitas berdemokrasi.

Debat capres Pemilu 2019 dijadwalkan berlangsung lima kali dan sudah berlangsung empat kali.

Debat pertama tanggal 17 Januari 2019 menghadirkan kedua pasang calon presiden berdebat.

Topik atau tema debat pertama adalah hukum, HAM, korupsi dan radikalisme. Debat kedua 17 Februari 2019 yang menghadirkan masing-masing calon presiden berdebat.

Topik debat kedua membahas energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Debat ketiga 17 Maret 2019 yang mengadu masing calon wakil presiden untuk berdebat.

Topik debat ketiga melingkupi isu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Sementara debat keempat 30 Maret 2019 menghadirkan kembali masing-masing calon presiden beradu argumentasi menyampaikan visi misi untuk didebatkan.

Topik debat keempat yakni ideologi, pemerintahan, pertahanan dan kemanan, serta hubungan internasional.

Dan debat terakhir akan dilaksanakan pada tanggal 13 April 2019 yang menghadirkan masing- -masing pasangan capres untuk berdebat dengan tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi dan industri.

Berdasarkan hasil pengamatan dari sejumlah ahli dan pengamat dalam menilai jalannya empat kali debat, dapat dikemukakan beberapa catatan penting sebagai berikut.

Dari sisi pelaksanaan secara umum dapat dikatakan berjalan lancar, aman, tertab sesuai rencana.

Kendatipun demikian, ada beberapa hal yang dirasa perlu diperbaiki dan atas saran serta usulan dari masyarakat yang kemudian direspon dan diakomodir oleh KPU untuk perbaikan debat berikutnya.

Misalnya, pada debat pertama para pasangan capres telah diberi bocoran atau kisi-kisi pertanyaan yang akhirnya membawa debat dinilai berlangsung kurang semarak, datar-datar saja, tidak mnenarik, tidak ada greget dan banyak yang memberi penilaian seperti pelaksanaan lomba cerdas cermat anak sekolah karena tidak saling membantah dan beradu argumen.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved