Debat Capres
Menonton Debat Capres
Debat calon presiden sebagai tradisi modern berkampanye yang menyodorkan intelektualitas sebagai sandaran berkomunikasi argumentatatif
Menonton Debat Capres
Oleh: Joko Siswanto
Dosen FISIP UNSRI/Rektor Universitas Taman Siswa Palembang
Debat calon presiden sebagai tradisi modern berkampanye yang menyodorkan intelektualitas sebagai sandaran berkomunikasi argumentatatif antar-kandidat merupakan salah satu panggung demokrasi yang dinilai mempunyai karakter menjunjung tinggi akan keadaban dan artistik dibandingkan model kampanye lain.
Debat capres pun dijadikan andalan model dan puncak kampanye karena umumnya disiarkan secara live oleh televisi yang mempunyai jangkauan luas diseluruh negeri.
Keadaban dan artistik tersebut dapat dilihat antara lain:
Pertama, dari sisi fisik tata dan letak panggung, properti pendukung serta tata lampu, tata suara harus dibuat yang menarik, enak dipandang mata baik secara langsung di lokasi debat maupun lewat layar televisi.
Kondisi demikian memberi kesan berwibawa karena yang tampil di panggung adalah pasangan calon presiden yang bakal memimpin negara.
Formasi penonton dan pendukung pun harus diatur agar berkesan semarak tetapi tidak menganggu proses debat.
Kedua, karena debat capres bukan sekedar debat tetapi juga suatu tontonan yang menarik dan menghibur, maka moderator yang mengatur waktu pun harus dipilih yang smart, cantik dan tampan, cerdas, menarik, bersuara bening/bersih/lembut dan nyaman di telinga.
Dan tidak terkecuali berpengalaman dalam dunia talkshow atau presenter di dunia pertelevisian nasional.
Ketiga, pertanyaan yang disodorkan kepada peserta debat harus berkualitas dan menyentuh aspirasi, harapan dan permasalahan yang dirasakan rakyat.
Untuk itu, dipilih para panelis yang yang hebat-hebat dan berkemampuan intelektual tinggi dan peka dalam melihat problema publik yang umumnya diambil dan diseleksi dari kalangan perguruan tinggi
sesuai bidang keahliannya masing-masing untuk merumuskan dan menyusun pertanyaan yang akan diajukan ke peserta debat berdasarkan bidang yang akan didebatkan.
Keempat, metode debat pun harus diatur dan disepakati antartim pasangan capres.
Demikian juga halnya dengan aturan main seperti undian pertanyaan, babak-babak debat, lama waktu untuk menjawab dan bertanya setiap babak, dan hal-hal teknis lainnya harus disepakati kedua belah pihak.
Kelima, tamu undangan dan pendukung dari sisi jumlah dan perilaku pendukung pun harus ditata agar semarak tetapi tertib dan tetap berkesan santun.
Dan terakhir yang
tak kalah penting adalah faktor keamanan di lokasi debat baik di dalam gedung maupun di luar gedung yang harus dijaga kondisinya agar bisa mendukung proses debat capres berjalan lancar, aman, tertib dan sukses.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/rektor-unitas-palembang-ki-drs-h-joko-siswanto-msi_20180930_140126.jpg)