Anwar Hudijono: Antara Total Football dan Perang Total Pilpres
Rinus Michels dengan total sistem football saat menukangi tim nasional Belanda benar-benar menggemparkan jagat sepak bola dunia.
Sama mengerikannya dengan yang disampaikan sesepuh PAN Amien Rais bahwa pilpres bisa seperti Baratayuda dan Armageddon.
Tafsir mengerikan pada perang total hilang sudah tatkala melihat debat Pilpres 2 antara Jokowi melawa Prabowo Subianto, 17 Februari lalu. Semua berlangsung datar-datar saja.
Tanpa senjata apa-apa. Jokowi juga cuma pegang pulpen yang itupun cuma dipencet-pencet. Bukan dilemparkan ke lawan. Tanpa jotos-jotosan, apalagi pertumpahan darah.
Mario Zagalo
Seperti biasa, kesebelasan akan dievaluasi setelah pertandingan, baik kalah maupun menang. Apalagi jika masih mau bertanding lagi.
Evaluasi diperlukan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan baik dirinya maupun lawan. Agar dalam pertandingan berikut bisa tampil lebih jos.
Berdasar evaluasi netral, stretegi total foatball Rinus Michels sebenarnya sudah tepat. Kalau tidak bisa menghasilkan juara karena ada kekurangan. Sang Maestro Johan Cruyff kurang mendapat assist bola yang matang.
Banyak bola yang dioperkan ke Cruyff tanggung sehingga mudah diserobot lawan bahkan bisa memudahkan lawan menyikat kakinya. Akibatnya Cruyff seperti bermain sendiri dan tersandera.
Sebagian pemain mulai memunculkan ego masing-masing. Mau menunjukkan kehebatan individual untuk menaikkan pasaran transfer.
Sebab, transfer tidak diukur keberhasilan tim tetapi penampilan individual. Mereka tidak sadar bahwa ketika ego invidual memuai maka soliditas tim menurun.
Terjadi kecemburuan di dalam tim. Di kesebelasan Belanda ada problem klasik yaitu perseteruan antara klub Ajax Amsterdam dengan Feyenoord Roterdam.
Kedua klub ini penyumbang terbanyak pemain timnas. Diduga pemain Feyenoord khawatir jika Cruyff terlalu mentereng akan mengangkat supremasi Ajax dan sebaliknya memburamkan pamor Feyenoord.
Pada debat Pilpres, jika dianalogkan dengan Johan Cruyff, Jokowi telah tampil sangat bagus. Menunjukkan ketinggian kuateknisnya. Layak menyandang gelar Sang Maestro.
Di antaranya dia mampu menunjukkan kepada publik jika dirinya adalah pemberani. Dia tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. Selama ini ada publik yang menganggap dia petugas partai yang takut kepada Megawati.
Anggap saja debat capres 2 itu hanya episode dari perang total yang waktunya masih lebih 50 hari. Artinya perang masih berlangsung. Untuk episode ini keduanya akan bertarung lagi di episode berikut yaitu debat terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mantan-wapemred-sripo-anwar-hudiono.jpg)