UMK

UMK di Era Globalisasi

Globalisasi telah terjadi sejak dulu. Namun dengan teknologi, era globalisasi semakin meniadakan berbagai kendala

Editor: Salman Rasyidin
ist
Rini Tri Hadiyati, S.ST, M.Si 

Jumlah UMK di Indonesia sebesar 98,33% terhadap total jumlah usaha nonpertanian.

Sementara di Sumsel jumlah UMK sebesar 98,99%. Dari segi jumlah, maka UMK mendominasi usaha di Indonesia maupun Sumsel.

Jumlah UMK yang sangat dominan ini merupakan potensi besar sebagai motor penggerak perekonomian.
Bahkan UMK juga terbukti memiliki daya tahan terhadap fluktuasi ekonomi.

Hal ini telah terbukti saat terjadi krisis ekonomi pada periode 1997-1998 maupun krisis global yang terjadi pada tahun 2005.

Krisis tahun 2005 yang lalu telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi nasional mengalami penurunan. Penurunan ini terlihat pada angka pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2006 sebesar 5,50%, turun sebesar 0,19% dibandingkan tahun sebelumnya.

Demikian halnya dengan UMB yang juga terkena dampak krisis, sehingga jumlah usahanya berkurang sekitar 400 unit. Sebaliknya jumlah UMK justru mengalami peningkatan sekitar 2 juta unit.

Daya tahan UMK terhadap kondisi ekonomi yang cenderung sulit diterka disebabkan oleh berbagai faktor.

Pertama, UMK memiliki karakteristik sebagai usaha yang memproduksi barang dan jasa yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Sekalipun terjadi krisis, permintaan terhadap produk UMK tidak mengalami penurunan.

Kedua, UMK menggunakan sumber daya lokal, seperti tenaga kerja, bahan baku dan mesin/peralatan, sehingga gejolak ekonomi dunia tidak terlalu berpengaruh signifikan.

Ketiga, mayoritas UMK mendapatkan pembiayaan dari perorangan, bukan pendanaan dari bank, sehingga ekonomi yang tak menentu, tidak terlalu berdampak pada proses bisnis UMK.

Peran UMK dalam mengurangi penggangguran

Selain mampu menciptakan output dalam perekonomian, keberadaan UMK juga mampu menyerap tenaga kerja secara masif.

Hal ini lantaran spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan UMK tidak menuntut keahlian tinggi.

Berdasarkan data SE2016-Lanjutan, UMK mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 83% tenaga kerja nonpertanian di Sumatera Selatan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved