UMK
UMK di Era Globalisasi
Globalisasi telah terjadi sejak dulu. Namun dengan teknologi, era globalisasi semakin meniadakan berbagai kendala
Secara absolut sebanyak 1,43 juta orang mampu diberdayakan oleh UMK.
Dengan tingginya angka penyerapan tenaga kerja UMK, artinya UMK mampu menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran di Sumsel.
Saat ini sebesar 4,23% atau sekitar 175 ribu orang di Sumsel dalam kondisi menganggur.
Penggangguran di Indonesia maupun di Sumsel secara khusus memiliki problematika yang beragam.
Salah satunya adalah keengganan pengangguran untuk masuk ke sektor-sektor informal, seperti halnya UMK. Padahal UMK juga mampu diandalkan untuk menciptakan pendapatan.
Globalisasi sebagai peluang sekaligus tantangan bagi UMK (bold) Globalisasi membuka peluang untuk menarik konsumen dari berbagai negara.
Ada kalanya pasar domestik lesu akibat kondisi ekonomi dalam negeri yang sedang turun.
Namun era globalisasi membuka kesempatan untuk menjajakan produk kita di luar negeri.
Bahkan ketika rupiah melemah misalnya, justru kita mendapat keuntungan melalui ekspor ke luar negeri dengan keuntungan dalam dolar.
Usaha-usaha dalam negeri dapat lebih berkembang karena tidak semata mengandalkan konsumen domestik saja.
Di balik peluang yang menggiurkan itu, tersimpan juga tantangan yang cukup berat.
Produk-produk dalam negeri mau tidak mau, siap tidak siap, harus dapat bersaing dengan produk-produk impor.
Hanya produk yang berkualitas lah yang akan bertahan di pasar.
Saingan semakin banyak, kreativitas dan inovasi harus terus dikembangkan untuk dapat merebut pangsa pasar.
Kenyataan ini seringkali bukanlah perkara gampang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/rinibps.jpg)