UMK
UMK di Era Globalisasi
Globalisasi telah terjadi sejak dulu. Namun dengan teknologi, era globalisasi semakin meniadakan berbagai kendala
UMK di Era Globalisasi
Oleh : Rini Tri Hadiyati, S.ST, M.Si
Statistisi Ahli Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan
Globalisasi telah terjadi sejak dulu.
Namun dengan dukungan teknologi, era globalisasi semakin meniadakan berbagai kendala yang masih tersisa.
Dunia diibaratkan sebagai suatu tempat dengan satu atap. Kita sebagai penduduk di dalamnya hidup bersama tanpa sekat-sekat penghalang.
Jarak ribuan mil, perbedaan bahasa, perbedaan waktu dan sebagainya tidak lagi menjadi berarti.
Interaksi, komunikasi dan transaksi perdagangan antarnegara menjadi semakin mudah dan tak terbatas.
Salah satu dampaknya adalah ketergantungan antar-negara menjadi semakin tinggi.
Namun di balik itu, keinginan untuk meraih kemakmuran secara bersama-sama juga menjadi visi yang kian sejalan.
Sejak dahulu kita telah mengenal istilah perekonomian terbuka.
Suatu sistem ekonomi yang memiliki hubungan perdagangan dengan luar negeri.
Kemudian muncul pula istilah perdagangan bebas. Istilah ini merujuk pada kemudahan untuk memasarkan barang/jasa lintas negara tanpa adanya hambatan yang cukup berarti, baik hambatan tarif (bea masuk) maupun hambatan non tarif.
Kenyataan ini dapat kita lihat dengan maraknya barang-barang impor yang meramaikan pasar kita.
Lantas bagaimana era globalisasi bagi kelangsungan Usaha Mikro Kecil (UMK) dalam negeri?
UMK Mendominasi Sektor Usaha
Sebelum kita membahas hubungan antara UMK dengan globalisasi, kita akan membahas terlebih dahulu yang terkait dengan karakteristik UMK di Indonesia maupun secara khusus di Sumatera Selatan (Sumsel).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/rinibps.jpg)