Meluruskan Jalan Umara
Keruntuhan sebuah negara selain karena praktek-pratek nepotisme dalam birokrasi, juga karena merajalelanya maksiat dan pengabaian ajaran agama
Maksiat melalui perut, menurut Al Ghazali, ialah apabila perut sudah terisi makanan yang haram atau makanan yang syubhat yang seharusnya juga dihindari karena banyak kecenderungan kepada yang haram.
Dalam inti ajaran Islam, jangankan makanan yang haram atau syubhat itu, makanan yang halal pun tidak dibolehkan berlebih-lebihan; karena perut adalah sentral segala penyakit.
Segi maksiat lainnya yang juga melalui salah satu anggota tubuh, ialah maksiat kehormatan (aurat).
Pembudayaan pakaian ala Barat oleh sebagian kaum wanita "modern", yang menimbulkan rangsangan seks rendah, merupakan salah satu penyebab timbulnya berbagai tindak kejahatan, seperti perkosaan.
Itulah sebabnya Islam menetapkan suatu ketentuan yang masuk akal tentang tata cara berpakaian bagi Muslimah, antara lain adalah untuk menghindarkan kriminalitas di bidang seks.
Siksa yang diberikan Allah berupa musibah adalah karena maksiat/pendurhakaan manusia kepadaNya, atau lantaran pelanggaran atas ketentuan-Nya yang dilakukan manusia, seperti yang dijelaskan Allah dalam banyak ayat pada Kitab SuciNya (QS 4:14; 72:23).
Imam Bukhari meriwayatkan dari sumber Ibn Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Jika Allah menurunkan musibah kepada sesuatu kaum, maka yang terkena musibah itu bukan saja mereka yang bersalah (yang melakukan maksiat), melainkan juga mereka yang tidak terlibat di alamnya; kemudian diperlihatkan kepada mereka buah dari perbuatannya.
Nabi Nuh AS yang hampir putus asa karena kaumnya yang diserukan kepada petunjuk tidak mau mendengarnya (QS 71/Nuh: 21-27) akhirnya berdoa: Tuhanku! ampunilah aku dan dua ibu bapaku dan orang yang memasuki rumahku sebagai Mukmin, ampunilah semua orang Mukmin dan Mukminah, dan janganlah Engkau tambahkan kebaikan apa pun kepada orang-orang zalim kecuali kebinasaan. (QS 71/ Nuh 28).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/said.jpg)