Toleransi Beragama
Masyarakat memiliki latar belakang beragam, seperti etnis (suku), bahasa, dan juga agama dan kepercayaan.
Toleransi Beragama
Oleh Prof. Dr. H. Jalaluddin
Mantan Rektor IAIN (UIN) Raden Fatah Palembang
Bangsa Indonesia terbangun dari masyarakat yang majemuk.
Masyarakat yang memiliki latar belakang beragam, seperti etnis (suku), bahasa, dan juga agama dan kepercayaan.
Namun di tengah keberagaman itu, masyarakat Kepulauan Nusantara telah berhasil membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mampu membina kerukunan dalam kedamaian, serta menjunjung sifat toleransi dalam kebhinekaan.
Termasuk didalamnya toleransi beragama.
Atas dasar kesadaran akan pentingnya tolerasi ini pula, maka setiap terjadi "gejolak"“ antar-pemeluk agama, secara seksama dapat terselesaikan.
Antar-kelompok yang "bertikai" bisa kembali hidup rukun.
Toleran adalah kata serapan dari bahasa Inggris tolerance.
Dalam bahasa Indonesia, kata toleran mengandung makna : bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan diri sendiri (KBBI 2012: 1447).
Adapun toleransi mengacu kepada makna :
1. Sifat atau sikap toleran;
2. Batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan; dan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jalal_20180212_095122.jpg)